Kualitas Udara Memburuk akibat Kabut Asap, Aktivitas Warga Terdampak
- 06 Okt 2026 08:32 WIB
- Banjarmasin
RRI.CO.ID, Banjarmasin - Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih menyelimuti Kota Banjarmasin hingga Selasa pagi, 6 Oktober 2026. Kabut diketahui makin pekat pada pagi dan malam hari sehingga berdampak langsung pada aktivitas masyarakat.
Berdasarkan Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) Stasiun Kayutangi pada pukul 08.00 WITA parameter PM2.5 mencapai angka 190 dengan kategori tidak sehat. Bahkan sehari sebelumnya pada waktu yang sama, angka PM2.5 sempat melonjak hingga mencapai 330 yang masuk dalam kategori berbahaya.
Memburuknya kualitas udara tidak hanya berdampak terhadap kenyamanan masyarakat saat beraktivitas di luar ruangan. Kondisi ini juga mulai dikeluhkan para pedagang yang mengandalkan kedatangan pengunjung harian.
Salah seorang pedagang di kawasan Siring 0 Kilometer, Ismail, menyebut dampak kabut asap kian terasa pada usahanya. Selama kabut asap menyelimuti kota, penurunan jumlah pembeli dan omzet harian mulai ia alami.
"Itu dampaknya ke pengunjung karena orang khawatir sama asap ini. Dampaknya ya penghasilan berkurang juga," kata Ismail kepada RRI.
Meski kualitas udara memburuk, Ismail terpaksa harus tetap berjualan demi menyambung hidup. Berdagang merupakan satu-satunya sumber mata pencaharian utama yang ia andalkan.
Ia pun berharap kabut asap akibat karhutla ini dapat segera ditangan oleh pemerintah dan seluruh pihak terkait. Menurutnya, jika asap terus terjadi, mata pencaharian warga yang beraktivitas di ruang terbuka akan makin terancam.
"Harapannya kebakaran ini ditangani dengan benar. Supaya tidak berkelanjutan," ucap Ismail.
Harapan senada turut disampaikan oleh warga lainnya, Barniati. Ia berharap hujan segera turun agar dapat memulihkan kondisi udara kembali lebih baik.
"Semoga cepat selesai asapnya. Diawasi terus kalau ada pembakaran-pembakaran (hutan dan lahan) itu," katanya.
Di sisi lain, karhutla masih menjadi persoalan serius yang dihadapi oleh sejumlah wilayah di Kalimantan Selatan. Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalsel mencatat hingga hari ini total kejadian karhutla telah menembus 4.529 kejadian.
Total luas lahan yang terdampak kebakaran di Kalsel telah mencapai 26.150,91 hektare dengan sebaran hotspot menembus 38.843 titik. Pemantauan dan upaya pemadaman darat maupun udara terus dimaksimalkan oleh tim gabungan di bernagai wilayah.
Penulis: Nanda
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....