Dinas Pendidikan Banjarmasin Perketat Protokol Kesehatan saat PTM Terbatas
- 02 Okt 2026 21:13 WIB
- Banjarmasin
RRI.CO.ID, Banjarmasin – Dinas Pendidikan Kota Banjarmasin memperketat pemantauan pelaksanaan Pertemuan Tatap Muka (PTM) terbatas di sekolah. Menyusul kondisi kualitas udara yang masih berada pada kategori tidak sehat dan fluktuatif.
Kepala Dinas Pendidikan Kota Banjarmasin, Ryan Utama, meminta seluruh sekolah mengoptimalkan penggunaan masker bagi peserta didik, tenaga pendidik, kependidikan hingga seluruh karyawan selama berada di lingkungan sekolah. Menurutnya, penerapan protokol kesehatan menjadi penting mengingat masih ditemukan peserta didik yang mengikuti kegiatan belajar tanpa menggunakan masker.
"Sesuai arahan Wali Kota, H. M. Yamin HR kami minta penggunaan masker dioptimalkan. Ini bukan hanya untuk siswa, tetapi juga guru, tenaga kependidikan dan seluruh karyawan selama berada di lingkungan sekolah," ujar Ryan, saat melakukan monitoring beberapa sekolah, Jumat, 02 Oktober 2026.
Selain penggunaan masker, sekolah diminta melakukan langkah mitigasi terhadap peserta didik maupun guru dan karyawan yang memiliki riwayat penyakit asma atau gangguan pernapasan. Ryan menegaskan, peserta didik maupun tenaga pendidik yang masuk kategori rentan harus mendapatkan perhatian dan pemantauan khusus dari pihak sekolah.
"Kalau ada siswa atau guru yang memang memiliki riwayat asma atau gangguan pernapasan, harus didata dan dipantau. Kalau kondisinya tidak memungkinkan untuk mengikuti kegiatan di sekolah, bisa dipertimbangkan untuk sementara mengikuti pembelajaran dari rumah," katanya.
Ia juga meminta guru dan wali kelas mengetahui kondisi kesehatan peserta didiknya, terutama mereka yang memiliki riwayat gangguan pernapasan. Data tersebut diperlukan agar sekolah dapat mengambil langkah cepat apabila kondisi kualitas udara kembali memburuk.
"Kepala sekolah dan wali kelas harus mengetahui siswa yang memiliki riwayat sakit pernapasan. Jadi ketika ada kondisi tertentu, penanganannya bisa lebih cepat dan tepat," ucap Ryan.
Untuk mengantisipasi peserta didik yang tidak membawa masker, pihak sekolah juga diminta menyiapkan masker cadangan. Langkah tersebut dinilai penting agar penggunaan masker tetap dapat diterapkan secara optimal di lingkungan sekolah.
"Kalau ada siswa yang tidak membawa masker, sekolah harus memiliki masker cadangan. Jangan sampai karena tidak membawa masker kemudian tetap mengikuti kegiatan tanpa perlindungan," ujarnya.
Monitoring PTM terbatas ini dilakukan sebagai bentuk kehati-hatian pemerintah daerah di tengah kualitas udara Banjarmasin yang masih belum stabil. Disdik meminta seluruh satuan pendidikan tidak mengabaikan kondisi kesehatan peserta didik dan tenaga pendidik dalam pelaksanaan pembelajaran tatap muka.
Ryan menekankan, sekolah tidak hanya berkewajiban memastikan kegiatan belajar tetap berjalan, tetapi juga memastikan lingkungan sekolah tetap aman bagi seluruh warga sekolah. "Yang paling utama adalah memastikan protokol kesehatan benar-benar diterapkan. Jangan sampai PTM tetap berjalan, tetapi kondisi kesehatan anak-anak justru tidak diperhatikan," ucapnya, mengakhiri.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....