PTM Terbatas di tengah Kabut Asap, Orang Tua Biasakan Anak Kenakan Masker di Sekolah

  • 01 Okt 2026 08:45 WIB
  •  Banjarmasin

RRI.CO.ID, Banjarmasin — Setelah lebih dari dua pekan menerapkan pembelajaran jarak jauh (PJJ) akibat buruknya kualitas udara yang dipicu kebakaran hutan dan lahan (karhutla), Dinas Pendidikan Kota Banjarmasin akhirnya kembali memberlakukan pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas. PTM terbatas mulai diterapkan di seluruh satuan pendidikan di Kota Banjarmasin pada hri ini, Kamis, 1 Oktober 2026.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Banjarmasin, Ryan Utama, mengatakan kebijakan tersebut diambil setelah kondisi kualitas udara diklaim menunjukkan perbaikan. Sehingga kegiatan belajar mengajar secara langsung dapat kembali dilaksanakan dengan sejumlah pembatasan.

"Berdasarkan hasil rekomendasi dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD). Mulai hari ini, Kamis 1 Oktober, kita kembali melaksanakan PTM terbatas untuk seluruh satuan pendidikan di Kota Banjarmasin," ujar Ryan Utama.

Menurutnya, penerapan PTM terbatas tetap mempertimbangkan kondisi kualitas udara dan kesehatan peserta didik maupun tenaga pendidik. Karena itu, satuan pendidikan diminta tetap menerapkan langkah-langkah pencegahan selama kegiatan pembelajaran berlangsung.

"PTM ini sifatnya terbatas dan tetap memperhatikan kondisi kualitas udara. Kita mengimbau sekolah untuk tetap menjaga kesehatan dan keselamatan peserta didik serta tenaga pendidik," katanya.

Ryan menegaskan, apabila kondisi kualitas udara kembali memburuk, pihaknya akan melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan PTM dan menyesuaikan kebijakan pembelajaran dengan kondisi di lapangan. "Kita akan terus memantau perkembangan kualitas udara per tiga hari. Kalau kembali tidak sehat, tentu akan kita evaluasi lagi," ujarnya.

Sementara itu, Sari, orang tua siswa di salah satu SD di Banjarmasin mengingatkan anaknya untuk selalu menggunakan maker saat berada di luar ruang kelas. Hal itu terus ia tanamkan kepada sang anak, untuk menghindari paparan kabut asap yang bisa berdampak terhadap kesehatan.

"Dari rumah kita pakaian masker. Terus juga kita beri pesan untuk jangan dilepas maskernya saat main di luar kelas," ucap Sari.

Sebelumnya, Dinas Pendidikan Kota Banjarmasin menerapkan PJJ selama lebih dari dua pekan menyusul memburuknya kualitas udara akibat kabut asap karhutla yang berada di kategori bahaya. Kebijakan tersebut dilakukan sebagai langkah perlindungan terhadap peserta didik selama kualitas udara berada pada kondisi yang tidak aman untuk aktivitas di luar ruangan

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....