Relawan Pemadam Kebakaran Cermin Kesalehan Sosial
- 22 Sep 2026 13:17 WIB
- Banjarmasin
Poin Utama
- Petugas pemadam kebakaran swadaya Banjarmasin menunjukkan solidaritas tinggi yang mencerminkan ajaran Islam tentang tolong-menolong tanpa membedakan latar belakang.
- Akademisi UIN Antasari Banjarmasin, Ustaz Dr. Nur Hidayat, M.A., menilai aksi relawan sebagai pengabdian atau khidmah untuk kepentingan masyarakat dengan tulus tanpa mengharapkan imbalan.
- Aksi kemanusiaan petugas pemadam kebakaran menunjukkan tingginya kepedulian sosial masyarakat Banua dalam menghadapi berbagai situasi darurat.
RRI.CO.ID, Banjarmasin - Solidaritas petugas pemadam kebakaran swadaya di Kota Banjarmasin dinilai mencerminkan ajaran Islam tentang tolong-menolong tanpa membedakan latar belakang. Aksi kemanusiaan tersebut menunjukkan tingginya kepedulian sosial masyarakat Banua dalam menghadapi berbagai situasi darurat.
Akademisi UIN Antasari Banjarmasin, Ustaz Dr. Nur Hidayat, M.A., dalam siaran Kuliah Subuh RRI Pro1 Banjarmasin, Rabu, 16 September 2026, mengatakan para relawan pemadam kebakaran telah menjalankan konsep pengabdian atau khidmah untuk kepentingan masyarakat. Pengabdian itu dilakukan dengan tulus tanpa mengharapkan imbalan materi.
"Mereka menginfakkan diri untuk keperluan orang lain tanpa pernah mempertanyakan keuntungan pribadi yang akan didapatkan," ujarnya. “Pengabdian tersebut dilakukan demi membantu masyarakat yang membutuhkan.”
Kesigapan relawan dalam menangani kebakaran maupun berbagai kondisi darurat menjadi bentuk nyata kesalehan sosial. Kepedulian tersebut sejalan dengan konsep ibadah sosial yang menempatkan penyelamatan jiwa dan bantuan kepada sesama sebagai bagian penting dalam kehidupan bermasyarakat.
Keberadaan ribuan relawan di Kota Banjarmasin menjadi modal sosial dalam menjaga keselamatan dan kerukunan warga. Kerelaan meluangkan waktu serta tenaga juga dinilai dapat menjadi teladan bagi generasi muda di tengah perkembangan zaman.
Ustaz Nur Hidayat menjelaskan, kesalehan seseorang tidak hanya diukur dari ibadah ritual secara pribadi, tetapi juga dari manfaat yang diberikan kepada lingkungan. Ketika terjadi musibah, membantu warga yang terdampak menjadi bagian dari tanggung jawab kemanusiaan.
"Kalau ada kebakaran rumah tetangga, itu mestinya ditolong lebih dahulu daripada mengutamakan ibadah yang bersifat individual," ucapnya. “Dalam kondisi darurat, menyelamatkan sesama merupakan bentuk kepedulian yang harus didahulukan.”
Selain memiliki semangat pengabdian, relawan pemadam kebakaran diingatkan membekali diri dengan pengetahuan serta keterampilan keselamatan. Keberanian tanpa kemampuan dan perlengkapan perlindungan yang memadai dapat meningkatkan risiko bagi petugas maupun warga di lokasi kejadian.
Menurut Ustaz Nur Hidayat, ajaran Islam juga menekankan agar seseorang tidak membahayakan diri sendiri maupun orang lain. Karena itu, keselamatan harus menjadi bagian dari setiap tindakan kemanusiaan yang dilakukan para relawan.
Fenomena pemadam kebakaran swadaya di Banjarmasin diharapkan terus menjadi penggerak kebersamaan dan ukhuwah antarwarga. Pemerintah daerah bersama masyarakat juga diimbau mendukung peningkatan kapasitas serta keselamatan relawan agar kepedulian sosial tetap terjaga di Banua.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....