Rabiul Awal, Momentum Meneladani Akhlak Rasulullah

  • 20 Sep 2026 20:47 WIB
  •  Banjarmasin
Poin Utama
  • Bulan Rabiul Awal merupakan momentum penting bagi umat Islam untuk mengenang kelahiran Nabi Muhammad saw dan menerapkan teladan-teladannya dalam kehidupan.
  • Akademisi UIN Antasari Banjarmasin, Ustaz Dr. Hairul Hudaya, menyampaikan bahwa manusia memiliki kecenderungan bawaan untuk meniru perilaku dari lingkungan sekitarnya.
  • Kehadiran Rasulullah saw dinyatakan sebagai teladan yang penting bagi seluruh umat manusia dalam menjalani kehidupan yang bermakna dan berakhlak mulia.

RRI.CO.ID, Banjarmasin – Bulan Rabiul Awal menjadi momentum bagi umat Islam untuk mengenang kelahiran Nabi Muhammad saw. Kehadiran Rasulullah saw. juga menjadi teladan bagi umat manusia dalam menjalani kehidupan.

Hal tersebut disampaikan Akademisi UIN Antasari Banjarmasin, Ustaz Dr. Hairul Hudaya, M.Ag., dalam acara Kuliah Subuh, Rabu, 2 September 2026. Ia menjelaskan, manusia merupakan makhluk imitatif yang memiliki kecenderungan untuk meniru perilaku dari lingkungan di sekitarnya.

“Manusia itu makhluk yang imitatif, katanya manusia itu makhluk yang pandai meniru. Jadi, meniru dari perilaku orang, kadang meniru dari perilaku binatang, kadang meniru dari alam sekitarnya,” ujarnya.

Ustaz Hairul mengatakan, kebiasaan meniru tersebut sangat dipengaruhi oleh lingkungan tempat seseorang tumbuh dan berkembang. Perilaku yang ditiru dapat berupa sesuatu yang baik maupun buruk, bergantung pada contoh yang ditemui dalam kehidupan sehari-hari.

“Perilaku meniru ini kemudian ada yang ditiru hal yang baik dan ada yang ditiru hal yang buruk. Tergantung lingkungan di mana dia tinggal,” ujarnya menambahkan.

Ia mencontohkan, perilaku meniru bahkan dapat terlihat dari hal-hal sederhana dalam kehidupan sehari-hari, termasuk cara seseorang membuat tanda tangan. Menurutnya, seseorang dapat meniru tanda tangan orang tua setelah melihat dan memperhatikan cara orang tuanya menulis.

“Saya itu saking bingungnya bagaimana tanda tangan, lalu melihat tanda tangan orang tua. Oh seperti itu, lalu kita ikuti juga tanda tangannya,” ujarnya.

Ustaz Hairul menilai kecenderungan manusia untuk meniru menjadi salah satu alasan pentingnya menghadirkan sosok teladan yang baik. Dalam konteks umat Islam, Nabi Muhammad saw. merupakan sosok yang dapat dijadikan contoh dalam perilaku dan kehidupan sehari-hari.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....