Penggunaan Media Sosial Perlu Dibatasi agar Ibadah Tak Terganggu

  • 19 Sep 2026 08:36 WIB
  •  Banjarmasin
Poin Utama
  • Media sosial memudahkan penyebaran informasi namun juga menciptakan tantangan dalam menjaga akhlak dan keimanan generasi muda.
  • Ustaz H. Ahmad Ihsan dari Ikatan Dai Indonesia Kalimantan Selatan menyarankan pembatasan penggunaan media sosial untuk mencegah gangguan pada kebiasaan positif dan ibadah.
  • Derasnya konten digital menjadi faktor utama yang perlu diperhatikan masyarakat dalam memanfaatkan media sosial secara bijak.

RRI.CO.ID, Banjarmasin - Perkembangan media sosial memudahkan masyarakat memperoleh dan berbagi informasi. Namun, derasnya konten digital juga menjadi tantangan dalam menjaga akhlak dan keimanan, terutama bagi generasi muda.

Hal tersebut disampaikan Ustaz H. Ahmad Ihsan dari Ikatan Dai Indonesia Kalimantan Selatan dalam acara Ngobras RRI Pro1 Banjarmasin, Kamis, 17 September 2026. Menurutnya, penggunaan media sosial perlu dibatasi agar tidak mengganggu kebiasaan positif dan ibadah.

“Pembatasan waktu dalam bermedia sosial perlu dilakukan karena dunia digital dapat mengalihkan kebiasaan positif,” ujar Ahmad Ihsan. “Waktu salat yang biasanya tepat waktu bisa menjadi tertunda karena terlalu fokus menggunakan media sosial.”

Ia menjelaskan, pengguna perlu menyaring informasi dan memilih konten yang sesuai dengan nilai moral. Akhlak di ruang digital juga dapat dijaga dengan menggunakan bahasa yang sopan dan tidak menyebarkan informasi yang belum terbukti kebenarannya.

Pengguna media sosial juga perlu menghindari komentar yang dapat menyakiti atau merendahkan orang lain. Perilaku di ruang digital tetap mencerminkan karakter seseorang meskipun dilakukan melalui layar.

Menurut Ahmad Ihsan, keimanan perlu diperkuat agar masyarakat tidak mudah terpengaruh konten negatif. Memperbanyak ibadah, memahami ajaran agama, dan memilih lingkungan pergaulan yang baik dapat membantu menjaga nilai-nilai keagamaan.

Ia juga mendorong masyarakat memanfaatkan media sosial untuk menyebarkan kebaikan dan informasi yang bermanfaat. Teknologi dapat digunakan sebagai sarana belajar sekaligus mengingatkan sesama dengan cara yang santun.

Dengan sikap bijak dan pengendalian diri, media sosial dapat dimanfaatkan secara positif tanpa mengabaikan nilai agama. Masyarakat diharapkan tetap menjaga akhlak, keimanan, dan jati diri di tengah perkembangan teknologi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....