Perjuangan Rasulullah Jadi Teladan bagi Umat Islam

  • 17 Sep 2026 09:24 WIB
  •  Banjarmasin
Poin Utama
  • Ustaz Johansyah menyampaikan pesan dalam Tabligh Udara RRI Pro 1 Banjarmasin pada Rabu, 16 September 2026 tentang pentingnya meneladani perjuangan Nabi Muhammad.
  • Ketaatan, persatuan, dan kepedulian sosial menjadi tiga nilai utama yang harus dijaga umat Islam dalam kehidupan sehari-hari sesuai dengan teladan Nabi Muhammad.
  • Memperbanyak salawat, menghadiri majelis taklim, dan mendengarkan nasihat agama dinilai sebagai cara praktis untuk menjaga dan memelihara nilai-nilai spiritual tersebut.

RRI.CO.ID, Banjarmasin - Umat Islam diajak meneladani perjuangan Nabi Muhammad saw dengan menjaga ketaatan, persatuan, dan kepedulian sosial dalam kehidupan sehari-hari. Pesan tersebut disampaikan Ustaz Drs. H. Johansyah dalam Tabligh Udara RRI Pro 1 Banjarmasin, Rabu malam, 16 September 2026.

Dalam program siaran bertema mengikuti langkah perjuangan Nabi Muhammad saw dan kemerdekaan, Ustaz Johansyah mengingatkan pentingnya menjaga nilai ketaatan. Memperbanyak salawat, menghadiri majelis taklim, dan mendengarkan nasihat agama dinilai perlu terus dipelihara.

Pembahasan tersebut juga mengacu pada Surah Al-Baqarah ayat 120 tentang mengikuti petunjuk Rasulullah saw. Ayat itu menyebut orang-orang Yahudi dan Nasrani serta menegaskan bahwa petunjuk Allah adalah petunjuk yang sebenarnya.

“Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan rela kepadamu sebelum engkau mengikuti agama mereka,” ujarnya. “Sesungguhnya petunjuk Allah adalah petunjuk yang sebenarnya.”

Umat Islam, lanjutnya, perlu memahami batas toleransi dalam kehidupan antarumat beragama. Toleransi berarti menghormati pemeluk agama lain tanpa mencampuradukkan ajaran yang berbeda.

“Kita sebagai umatnya harus mengikuti jejak Rasulullah, jadi jangan sembarang kita melangkah,” ucapnya. “Umat Islam, mari kita ikuti tuntunan ulama dalam menjalankan kehidupan.”

Menanggapi pertanyaan pendengar tentang anak yang menyaksikan tradisi masyarakat nonmuslim, ia menyarankan orang tua lebih selektif. Anak perlu dijaga dari kegiatan yang dinilai dapat memengaruhi pemahaman dan keyakinannya.

Dalam meneladani akhlak Rasulullah saw, menuntut ilmu, bersedekah, dan mendoakan korban musibah disebut sebagai bentuk perbuatan baik. Kepedulian kepada masyarakat yang tertimpa musibah juga menjadi wujud turut berduka dan membantu sesama.

“Umat Islam saat ini dihinggapi penyakit hubbud dunia, cinta berlebihan kepada dunia dan takut mati,” ujarnya. “Kondisi ini membuat umat lebih mementingkan harta daripada keberanian membela kepentingan bersama.”

Mengenai budaya batatamba atau berobat, Ustaz Johansyah menyatakan ikhtiar diperbolehkan selama keyakinan kesembuhan tetap kepada Allah. Upaya tersebut dapat disertai doa dan rukiah yang bersumber dari ayat-ayat Allah.

Perjuangan Rasulullah saw juga dikaitkan dengan pengorbanan, kesabaran, keberanian, dan konsistensi dalam kehidupan masyarakat. Semangat berkorban dinilai perlu dipelihara untuk membantu sesama, menjaga persatuan, dan mempertahankan kemerdekaan.

Ustaz Johansyah mengingatkan generasi muda agar memahami perjuangan bangsa sekaligus menjaga persatuan. Ia berharap masyarakat terus mendekatkan diri kepada Allah untuk memperoleh taufik dan hidayah-Nya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....