Maulid Nabi Jadi Momentum Meneladani Rasulullah
- 13 Sep 2026 17:36 WIB
- Banjarmasin
Poin Utama
- Peringatan Maulid Nabi Muhammad merupakan momentum penting untuk mengenang kelahiran Rasulullah dan memperkuat kecintaan kepada beliau.
- Kegiatan peringatan Maulid dapat diisi dengan berbagai aktivitas keagamaan yang mampu mempererat silaturahmi dan meningkatkan kepedulian sosial.
- Ustaz Muhammad Abrar A. Noer menekankan pentingnya mengingat perjuangan dan keteladanan Rasulullah dalam program Hikmah Subuh RRI Pro4 Banjarmasin.
RRI.CO.ID, Banjarmasin – Peringatan Maulid Nabi Muhammad saw tidak hanya menjadi momentum mengenang kelahiran Rasulullah, tetapi juga sarana memperkuat kecintaan kepada Nabi dan mempelajari keteladanannya. Peringatan tersebut dapat diisi dengan berbagai kegiatan keagamaan yang mempererat silaturahmi dan meningkatkan kepedulian kepada sesama.
Hal tersebut disampaikan Ustaz Muhammad Abrar A. Noer, S.Th.I., dalam program Hikmah Subuh RRI Pro4 Banjarmasin, Jumat, 11 September 2026. Dalam siaran bertema “Mengapa Kita Mengadakan Peringatan Maulid Nabi Muhammad”, ia menjelaskan pentingnya mengingat perjuangan dan keteladanan Rasulullah.
Menurutnya, kecintaan Rasulullah kepada umat menjadi salah satu alasan penting untuk terus mengingat dan mengenang beliau. Bahkan, Rasulullah senantiasa mengingat umatnya, termasuk orang-orang yang belum pernah bertemu secara langsung dengan beliau.
“Di setiap hembusan napas Baginda Nabi Muhammad saw, beliau selalu mengingat kita, baik yang ada di sekitar beliau maupun yang belum ada di sekitar beliau,” ujar Ustaz Abrar. “Hal ini menunjukkan besarnya perhatian dan kecintaan Rasulullah kepada umatnya.”
Ia menjelaskan, peringatan Maulid Nabi dapat menjadi sarana untuk kembali mempelajari perjuangan dan keteladanan Rasulullah. Kegiatan tersebut dapat diisi dengan membaca Al-Qur'an, hadis, selawat, bersilaturahmi, serta berbagi makanan.
Ustaz Abrar juga mengingatkan bahwa Rasulullah memperingati hari kelahirannya dengan berpuasa pada hari Senin. Hari tersebut menjadi hari kelahiran sekaligus hari ketika Rasulullah diangkat menjadi utusan Allah Swt.
Menurutnya, Rasulullah merupakan rahmatan lil'alamin atau rahmat bagi seluruh alam. Keteladanan tersebut tercermin dari kepedulian Rasulullah terhadap manusia, perempuan, hewan, hingga tumbuh-tumbuhan.
“Rahmat itu bagi siapa? Bagi kita manusia, bagi para wanita, bagi para hewan, bagi tumbuh-tumbuhan,” kata Ustaz Abrar. “Rahmatan lil'alamin ini bukan hanya untuk orang Arab saja, tetapi bagi seluruh manusia di dunia.”
Terkait perbedaan pandangan mengenai Maulid Nabi, ia menjelaskan bahwa terdapat perbedaan pendapat ulama mengenai praktik tersebut. Sebagian ulama memandang adanya bid'ah hasanah, sedangkan sebagian lainnya menilai setiap perkara baru dalam urusan agama sebagai bid'ah dhalalah.
Menurutnya, peringatan Maulid Nabi dapat dipahami sebagai tradisi yang diisi dengan berbagai kegiatan bernilai kebaikan. Di antaranya silaturahmi, memberi makanan, membaca Al-Qur'an, mempelajari hadis, serta memperbanyak selawat kepada Rasulullah.
Ia menegaskan, kegiatan keagamaan perlu dibedakan dengan ibadah yang tata caranya telah ditentukan. Ibadah yang memiliki ketentuan khusus tidak boleh diubah secara sembarangan, sedangkan kegiatan sosial dapat menjadi sarana untuk mendukung pembelajaran dan penguatan kecintaan kepada Rasulullah.
Peringatan Maulid Nabi juga diharapkan tidak berhenti pada kegiatan seremonial. Kecintaan kepada Rasulullah perlu diwujudkan melalui akhlak, mengikuti ajaran, serta mengamalkan sunah dalam kehidupan sehari-hari.
“Kalau kita sendiri tidak mengingat beliau, sebenarnya hari di mana beliau dilahirkan itu hanya sebagai alasan jalan masuk kita untuk memperingatinya,” ujar Ustaz Abrar. “Kalau kita mengingat beliau, kita akan terus memperingati beliau.”
Ia berharap momentum Maulid Nabi dapat semakin memperkuat kecintaan umat kepada Rasulullah sekaligus mendorong penerapan nilai kasih sayang dalam kehidupan. Keteladanan Nabi diharapkan menjadi pedoman dalam membangun kepedulian, persaudaraan, dan kebaikan kepada seluruh makhluk.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....