Pertambahan Usia Harus Diiringi dengan Perbanyak Kebaikan
- 13 Sep 2026 06:49 WIB
- Banjarmasin
Poin Utama
- Ustaz Dr. Ahmad Muhajir dari UIN Antasari mengingatkan bahwa pergantian hari harus dimaknai sebagai kesempatan untuk menambah kebaikan dalam kehidupan.
- Pertambahan usia perlu diiringi dengan peningkatan iman dan kepedulian sosial, bukan hanya berkaitan dengan penambahan tahun.
- Nikmat umur seharusnya digunakan sebagai sarana untuk memperbaiki kualitas ibadah, akhlak, dan membangun hubungan yang lebih baik dengan sesama manusia.
RRI.CO.ID, Banjarmasin - Pergantian hari hendaknya dimaknai sebagai kesempatan untuk menambah kebaikan dalam kehidupan. Akademisi UIN Antasari Banjarmasin, Ustaz Dr. Ahmad Muhajir, Ph.D., mengingatkan pertambahan usia perlu diiringi peningkatan iman dan kepedulian sosial.
Hal tersebut disampaikan Ustaz Muhajir dalam siaran Kuliah Subuh RRI Pro1 Banjarmasin, Rabu, 9 September 2026. Menurutnya, nikmat umur seharusnya menjadi sarana memperbaiki kualitas ibadah, akhlak, dan hubungan dengan sesama.
Ustaz Muhajir menjelaskan, Rasulullah saw mengajarkan doa agar pertambahan usia menjadi tambahan kebaikan. Ia menilai usia yang terus bertambah tidak selalu menunjukkan peningkatan kualitas diri apabila disertai keserakahan, kesombongan, dan perselisihan.
"Panjang umur belum tentu berarti banyak kebaikannya jika tidak diiringi dengan perbaikan kualitas ibadah dan akhlak," ujarnya. “Karena itu, setiap pertambahan usia perlu menjadi momentum untuk melakukan evaluasi diri.”
Menurutnya, ukuran kebaikan seseorang tidak hanya dilihat dari banyaknya amal, tetapi juga keikhlasan dalam menjalankannya. Perselisihan dengan saudara maupun tetangga perlu segera diselesaikan karena permusuhan dapat merusak hubungan sosial dan menghambat seseorang memperoleh ampunan Allah Swt.
Ustaz Muhajir mengingatkan bahwa Allah Swt memberikan ampunan kepada hamba-Nya selama tidak melakukan perbuatan syirik. Karena itu, umat Islam dianjurkan menyegerakan perdamaian dan saling memaafkan ketika terjadi perselisihan.
"Orang yang menyimpan permusuhan dan tidak mau berdamai dengan saudaranya akan terhalang dari ampunan Allah Swt," ucapnya. “Menjaga hubungan baik dan memperbaiki persaudaraan menjadi bagian penting dalam kehidupan seorang muslim.”
Ia juga mengajak masyarakat memupuk rasa syukur atas berbagai nikmat yang diberikan Allah Swt. Menurutnya, sikap kufur terhadap nikmat dapat menimbulkan ketidakpuasan, sedangkan perpaduan antara syukur dan sabar membantu menjaga ketenangan batin.
Pada akhir kajian, Ustaz Muhajir mengajak jemaah konsisten melakukan kebaikan, termasuk hal-hal kecil dalam kehidupan sehari-hari. Setiap amal yang dikerjakan dengan ikhlas dinilai memiliki manfaat dan dapat menjadi bekal di kemudian hari.
"Jangan pernah meremehkan kebaikan yang kecil karena seluruhnya dapat menjadi penolong apabila dikerjakan dengan ikhlas," katanya. “Biasakan berbuat baik setiap hari selama masih diberikan kesempatan hidup.”
Ustaz Muhajir mengajak umat Islam menjadikan pertambahan usia sebagai momentum untuk terus memperbaiki diri dan memperbanyak amal. Sikap syukur, sabar, serta menjaga hubungan baik dengan sesama diharapkan menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....