Maulid Nabi Momentum Perkuat Keimanan dan Akhlak
- 16 Sep 2026 19:11 WIB
- Banjarmasin
Poin Utama
- Bulan Rabiulawal menjadi momen penting bagi umat Islam untuk mengenang kelahiran Nabi Muhammad saw dan mengambil pelajaran dari akhlak serta keteladanannya.
- Peringatan Maulid Nabi tidak hanya berisi pujian dan selawat, tetapi juga berfungsi sebagai sarana untuk memperkuat keimanan umat dalam kehidupan sehari-hari.
- Ustaz Ilyas menyampaikan topik tentang makna dan berbagai ekspresi dalam memuliakan bulan kelahiran Nabi Muhammad melalui siaran Hikmah Subuh RRI Pro4 Banjarmasin pada tanggal 14 September 2026.
RRI.CO.ID, Banjarmasin – Bulan Rabiulawal menjadi momentum bagi umat Islam untuk kembali mengingat kelahiran Nabi Muhammad saw sekaligus mengambil pelajaran dari akhlak dan keteladanan Rasulullah. Peringatan Maulid Nabi tidak hanya diisi dengan pujian dan selawat, tetapi juga dapat menjadi sarana memperkuat keimanan dan menerapkan akhlak mulia dalam kehidupan sehari-hari.
Hal tersebut disampaikan Ustaz Ilyas, S.Pd., dalam siaran Hikmah Subuh RRI Pro4 Banjarmasin, Senin, 14 September 2026. Siaran tersebut mengangkat topik “Makna dan Bermacam Ekspresi Memuliakan Bulan Kelahiran Nabi Muhammad saw”.
Ustaz Ilyas menjelaskan, Nabi Muhammad saw merupakan utusan Allah Swt yang membawa risalah Islam dan menjadi teladan bagi umat manusia. Keteladanan tersebut mencakup hubungan manusia dengan Allah Swt maupun hubungan dengan sesama.
Menurutnya, kemuliaan akhlak Rasulullah ditegaskan dalam Al-Qur'an, antara lain melalui Surah Al-Ahzab ayat 21 yang menyebut Rasulullah sebagai uswatun hasanah atau teladan yang baik. Allah Swt juga menyebut Nabi Muhammad saw memiliki budi pekerti yang agung dalam Surah Al-Qalam ayat 4.
Ustaz Ilyas mengatakan, akhlak menjadi bagian penting dalam kehidupan karena keimanan perlu tercermin melalui perilaku. Kejujuran, kebaikan, kesalehan, keadilan, serta kemampuan mengendalikan hawa nafsu merupakan nilai yang dapat diteladani dari Rasulullah.
“Akhlak atau moral sangat diperlukan dalam kehidupan manusia di segala zaman. Akhlak menjadi bagian penting dalam kehidupan manusia,” kata Ustaz Ilyas.
Ia menjelaskan, salah satu tujuan diutusnya Nabi Muhammad saw adalah menyempurnakan akhlak manusia. Karena itu, momentum Maulid Nabi dapat dimanfaatkan untuk mengevaluasi perilaku dan memperkuat komitmen menerapkan akhlak mulia dalam kehidupan.
Dalam peringatan Maulid Nabi, umat Islam dapat mengisinya dengan berbagai amalan yang dianjurkan. Di antaranya membaca Al-Qur'an, berzikir, membaca selawat, serta mempelajari sejarah dan kebaikan Rasulullah saw.
Membaca Al-Qur'an, kata Ustaz Ilyas, memiliki keutamaan bagi setiap muslim, termasuk mereka yang masih terbata-bata dalam membacanya. Sementara itu, zikir menjadi bentuk mengingat Allah Swt sebagaimana diperintahkan dalam Surah Al-Ahzab ayat 41.
Selain itu, membaca selawat menjadi salah satu bentuk kecintaan dan penghormatan kepada Nabi Muhammad saw. Rasulullah juga menjelaskan keutamaan berselawat, bahwa orang yang berselawat kepada beliau sekali akan mendapatkan balasan sepuluh kali dari Allah Swt.
Ustaz Ilyas menambahkan, berbagai ekspresi dalam memuliakan bulan kelahiran Nabi seharusnya tidak berhenti pada kegiatan seremonial. Nilai utama yang perlu dibawa dari peringatan tersebut adalah semakin mengenal Rasulullah, mencintai beliau, serta berusaha menerapkan akhlakul karimah dalam kehidupan.
“Dengan meningkatkan keimanan dan meneladani akhlak mulia Nabi Muhammad, kita bisa berharap mampu menatap masa depan lebih baik. Dengan akhlak mulia, kehidupan juga akan menjadi lebih baik,” ujar Ustaz Ilyas di akhir siaran.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....