Cinta Rasulullah Diwujudkan melalui Pengamalan Sunah dan Akhlak

  • 10 Sep 2026 10:11 WIB
  •  Banjarmasin
Poin Utama
  • Menjadi umat Nabi Muhammad tidak cukup hanya dengan mengakui diri sebagai pengikut Rasulullah, tetapi memerlukan wujud nyata melalui pengamalan sunah dan keteladanan akhlak.
  • Kecintaan kepada Rasulullah harus terlihat dalam sikap dan perilaku sehari-hari, bukan hanya dalam pernyataan verbal.
  • Kepedulian kepada keluarga dan lingkungan merupakan bagian integral dari pengamalan cinta kepada Nabi Muhammad saw.

RRI.CO.ID, Banjarmasin - Menjadi umat Nabi Muhammad saw tidak cukup hanya dengan mengakui diri sebagai pengikut Rasulullah. Kecintaan kepada beliau perlu diwujudkan melalui pengamalan sunah, keteladanan akhlak, dan kepedulian kepada keluarga serta lingkungan.

Hal tersebut disampaikan Ustaz M. Abrar A. Noer, S.Th.I., dalam program Hikmah Subuh RRI Pro4 Banjarmasin, Rabu, 9 September 2026. Ia mengatakan kecintaan kepada Rasulullah harus terlihat dalam sikap dan perilaku sehari-hari.

“Jangan hanya mengatakan kita cinta Rasulullah, tetapi kecintaan itu harus diwujudkan dengan mengikuti sunah dan menjadikannya sebagai pedoman dalam kehidupan,” ujarnya. “Dengan begitu, kecintaan kepada Rasulullah dapat terlihat melalui perubahan dalam perilaku kita.”

Menurut Ustaz Abrar, keluarga memiliki peran penting dalam meneruskan nilai-nilai yang diajarkan Rasulullah saw. Orang tua dapat menjadi teladan pertama bagi anak dengan membiasakan salat, membaca Al-Qur’an, menghormati orang tua dan guru, berkata jujur, serta menyayangi sesama.

Kontribusi sebagai umat Rasulullah juga dapat dilakukan dengan mengajarkan Al-Qur’an dan berbagi ilmu sesuai kemampuan. Mengajar anak membaca Al-Qur’an, mendukung pendidikan keagamaan, serta menyampaikan pesan kebaikan melalui tulisan dan media sosial menjadi bagian dari upaya tersebut.

Ustaz Abrar menekankan sunah Rasulullah saw tidak hanya berkaitan dengan ibadah, tetapi juga akhlak dan kepedulian sosial. Sikap lembut, sabar, mudah memaafkan, menghormati orang tua, menyayangi anak-anak, serta membantu mereka yang membutuhkan merupakan bagian dari keteladanan Rasulullah.

“Jangan sampai kita rajin melakukan ibadah sunah, tetapi masih menyakiti orang lain,” ujarnya. “Rasulullah saw adalah teladan dalam ibadah sekaligus dalam akhlak.”

Ia mengajak umat memulai kontribusi dari hal-hal sederhana yang dilakukan secara konsisten. Kebaikan yang dimulai dari diri sendiri diharapkan dapat diteruskan kepada keluarga dan masyarakat sehingga kecintaan kepada Rasulullah saw membawa perubahan nyata dalam kehidupan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....