Cinta kepada Rasulullah Diwujudkan melalui Akhlak dalam Kehidupan
- 05 Sep 2026 10:22 WIB
- Banjarmasin
Poin Utama
- Bulan Rabiul Awal menjadi momentum bagi umat Islam untuk mempelajari sirah Nabi Muhammad saw dan mengambil teladan dalam kehidupan sehari-hari.
- Kecintaan kepada Nabi Muhammad seharusnya terwujud melalui perilaku dan akhlak yang baik dalam kehidupan umat Islam.
- Prof. Dr. H. Suriagiri menekankan pentingnya memanfaatkan bulan Rabiul Awal untuk memperbanyak amal saleh dan memperbaiki hubungan dengan Allah dan sesama manusia.
RRI.CO.ID, Banjarmasin – Kecintaan kepada Nabi Muhammad saw seharusnya tercermin dalam perilaku dan akhlak umat Islam sehari-hari. Rabiul Awal dapat menjadi momentum untuk mempelajari kehidupan Rasulullah saw sekaligus mengambil teladan dalam menjalani kehidupan.
Guru Besar UIN Antasari, Prof. Dr. H. Suriagiri, M.Pd., dalam Kuliah Subuh RRI Pro1 Banjarmasin, Sabtu, 5 September 2026, mengatakan bulan Rabiul Awal menjadi kesempatan untuk kembali mempelajari sirah Nabi Muhammad saw. Momentum tersebut dapat dimanfaatkan untuk memperbanyak amal saleh sekaligus memperbaiki hubungan dengan Allah Swt dan sesama manusia.
“Tujuan mempelajari kehidupan Rasulullah saw adalah agar kita memperoleh teladan untuk menjalani kehidupan sesuai ajaran Islam,” ujar Prof. Dr. H. Suriagiri, M.Pd. “Dengan mempelajari sirah, kita dapat mengetahui keteladanan beliau dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.”
| Baca juga: Rabiul Awal Jadi Momentum Perubahan Diri |
Menurutnya, berbagai amalan dapat dilakukan selama Rabiul Awal, di antaranya memperbanyak selawat, melaksanakan puasa sunah seperti puasa Senin, membaca Al-Qur'an, mempelajari sirah Nabi, menghadiri majelis ilmu, bersedekah, serta memperbaiki hubungan dengan sesama. Ia menekankan setiap amalan yang dilakukan hendaknya memiliki landasan dalam ajaran Islam.
“Kita dapat memperbanyak selawat, melaksanakan puasa sunah, membaca Al-Qur'an, mempelajari sirah Nabi Muhammad saw, menghadiri majelis ilmu, bersedekah, dan memperbaiki hubungan dengan sesama,” ucapnya. “Amalan tersebut hendaknya dilakukan dengan niat yang baik dan tetap berlandaskan ajaran Islam.”
Sementara itu, terkait peringatan Maulid Nabi, umat Islam perlu menyikapinya secara bijaksana karena terdapat perbedaan pandangan di kalangan ulama. Bagi yang melaksanakannya, kegiatan hendaknya berisi hal-hal baik dan tidak bertentangan dengan syariat, sedangkan perbedaan pandangan tetap disikapi dengan menjaga adab dan persaudaraan.
“Yang terpenting, momentum Rabiul Awal hendaknya membuat kecintaan kita kepada Rasulullah saw semakin kuat dan mendorong kita untuk mengikuti ajaran beliau,” kata Prof. Dr. H. Suriagiri, M.Pd. “Kecintaan tersebut harus tercermin melalui akhlak, ibadah, dan perilaku yang baik dalam kehidupan sehari-hari.”
Rabiul Awal diharapkan tidak hanya menjadi momentum untuk mengenang kelahiran Nabi Muhammad saw, tetapi juga mendorong umat Islam memperbaiki amal dan akhlak. Keteladanan Rasulullah saw perlu diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari agar kecintaan kepada beliau tercermin dalam perilaku.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....