Kesederhanaan Rasulullah Jadi Teladan Hadapi Gaya Hidup Konsumtif

  • 04 Sep 2026 08:06 WIB
  •  Banjarmasin
Poin Utama
  • Ustaz Muhammad Ardani menekankan bahwa kesederhanaan Rasulullah saw sangat relevan diterapkan dalam masyarakat modern yang cenderung konsumtif.
  • Rasulullah saw meskipun memiliki kekuasaan dan kekayaan yang besar, tetap menjalani gaya hidup sederhana dalam kehidupan sehari-hari.
  • IKADI Kalsel melalui program NGOBRAS RRI Pro 1 Banjarmasin menyampaikan nilai-nilai Islam tentang kesederhanaan sebagai solusi menghadapi budaya konsumsi berlebihan.

RRI.CO.ID, Banjarmasin - Kesederhanaan Rasulullah saw dinilai relevan diterapkan dalam kehidupan masyarakat di tengah budaya konsumtif. Hal itu disampaikan Ustaz H. Muhammad Ardani, Lc., dalam NGOBRAS RRI Pro 1 Banjarmasin, Kamis, 3 September 2026.

Ustaz Ardani dari Ikatan Dai Indonesia (IKADI) Kalsel mengatakan Rasulullah saw memiliki kekuasaan dan kekayaan, tetapi tidak menjadikannya hidup bermewah-mewahan. Menurutnya, Rasulullah tetap menjalani kehidupan secara sederhana, termasuk dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari.

“Islam bukan berarti umatnya harus hidup miskin dan umat Islam boleh menikmati rezeki yang diberikan Allah,” ucapnya. “Namun, dalam memiliki harta, kita tetap perlu menghindari sikap berlebihan.”

Ia mencontohkan cara makan Rasulullah saw yang tidak berlebihan. Menurutnya, pola konsumsi yang berlebihan dapat menimbulkan berbagai dampak negatif terhadap kesehatan.

Ustaz Ardani juga mengingatkan masyarakat agar tidak menjadikan media sosial sebagai standar kehidupan. Unggahan mengenai barang, kendaraan, rumah, dan gaya hidup dapat mendorong seseorang membandingkan kehidupannya dengan orang lain.

“Masyarakat tetap bisa memiliki telepon genggam, kendaraan, rumah, maupun mobil,” ujarnya. “Namun, penggunaannya harus disesuaikan dengan kebutuhan dan tidak berlebihan.”

Ia mengajak masyarakat mengevaluasi kembali gaya hidup dengan meneladani kesederhanaan Rasulullah saw. Sikap tersebut diharapkan membantu masyarakat menjalani kehidupan yang lebih sehat, seimbang, dan berkah.

“Sederhana bukan berarti miskin atau tidak memiliki harta,” ucapnya. “Kesederhanaan berarti menggunakan apa yang dimiliki sesuai kebutuhan dan tidak berlebihan.”

Ustaz Ardani menegaskan pentingnya menggunakan harta secara bijak dan sesuai kebutuhan. Menurutnya, kesederhanaan menjadi sikap penting agar masyarakat tidak terjebak dalam budaya konsumtif.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....