Bunda PAUD Banjarmasin Bidik Masa Emas Anak, PAUD HI Ceria Diperluas
- 31 Agt 2026 17:39 WIB
- Banjarmasin
RRI.CO.ID, Banjarmasin – Bunda PAUD Kota Banjarmasin, Neli Listriani mendorong penguatan program Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Holistik Integratif (HI) Ceria. Tujuannya untuk memastikan tumbuh kembang anak usia 0–6 tahun terpenuhi secara menyeluruh.
Hal itu disampaikannya saat menggelar kunjungan sekaligus membersamai program PAUD HI Ceria di PAUD/TK Negeri Pembina Banjarmasin Tengah, Senin, 31 Agustus 2026. Satuan pendidikan tersebut menjadi salah satu percontohan penerapan PAUD Holistik Integratif di Kota Banjarmasin.
Konsep PAUD HI tidak hanya menitikberatkan pada proses pembelajaran di kelas. Pemenuhan kebutuhan anak juga mencakup layanan kesehatan, pemantauan gizi, perlindungan, pola pengasuhan hingga aspek kesejahteraan peserta didik.
Neli mengatakan, program tersebut dirancang agar masa emas pertumbuhan anak dapat dioptimalkan melalui keterlibatan lintas sektor. "Kami ingin memastikan tumbuh kembang anak pada usia emas ini benar-benar mendapatkan perhatian secara menyeluruh. Tidak hanya dari sisi pendidikan, tetapi juga kesehatan, gizi, perlindungan dan pengasuhan," ujar Neli.
Dalam kunjungannya, Neli turut melihat secara langsung proses pembelajaran dan aktivitas bermain anak. Ia juga mendampingi sejumlah kegiatan pembiasaan positif, mulai dari memilah sampah, mencuci tangan dengan benar, menggosok gigi hingga mengenali bagian tubuh yang boleh dan tidak boleh disentuh.
Ia mengaku senang melihat antusiasme anak-anak mengikuti setiap kegiatan, karena aktivitas sederhana tersebut penting untuk membentuk kebiasaan positif sejak dini. Selain itu, anak-anak juga mengikuti program Makan Bergizi Gratis yang merupakan bagian dari dukungan pemerintah pusat terhadap pemenuhan kebutuhan gizi peserta didik.
"Kami mendampingi mereka dalam setiap pembiasaan positif. Termasuk menikmati program Makan Bergizi Gratis dari pemerintah pusat," ucap Neli.
Kegiatan tersebut juga dirangkai dengan program parenting bagi orang tua. Salah satu materi yang ditekankan yakni Gerakan Wajib Belajar 1 Tahun Prasekolah sebelum anak memasuki jenjang Sekolah Dasar (SD).
Neli menegaskan, keberhasilan pendidikan anak usia dini tidak hanya bergantung pada sekolah. Peran orang tua menjadi bagian penting dalam memastikan anak tumbuh dengan baik. "Tidak perlu orang tua yang dituntut sempurna. Namun hadir dengan penuh kehangatan membersamai anak, memeluk dan menyayangi mereka, itu sudah lebih dari cukup," ujarnya.
Kunjungan tersebut sekaligus menjadi bahan evaluasi untuk memperluas penerapan PAUD Holistik Integratif ke satuan pendidikan lainnya di seluruh wilayah Kota Banjarmasin. Bersama Dinas Pendidikan, Neli mengatakan pihaknya juga terus menyusun strategi untuk menjangkau anak-anak yang belum mendapatkan layanan pendidikan PAUD.
Ia menyebutkan, sosialisasi Gerakan Wajib Belajar 1 Tahun Prasekolah saat ini baru menjangkau sekitar separuh sasaran. Untuk mempercepat program tersebut, pemerintah kota tengah menyiapkan langkah kebijakan berupa bantuan pendidikan bagi anak yang akan masuk PAUD.
"Gerakan sosialisasi Wajib Belajar 1 Tahun Prasekolah di Kota Banjarmasin sudah terserap sekitar 50 persen. Kami akan terus menggalakkan ini kepada para orang tua," katanya.
Dukungan terhadap pendidikan anak usia dini juga semakin terbuka dengan adanya perluasan Program Indonesia Pintar (PIP) dari pemerintah pusat. Menurut Neli, pada 2026 bantuan PIP tidak lagi hanya menyasar jenjang SD dan SMP, tetapi juga mulai diberikan kepada satuan PAUD.
"Di tahun 2026, pemerintah pusat juga memberikan PIP (Program Indonesia Pintar) untuk satuan PAUD. Kalau dulu hanya di tingkat SD dan SMP, alhamdulillah sekarang sudah sampai ke tingkat PAUD," katanya.
Ia berharap perluasan bantuan tersebut dapat dimanfaatkan untuk memperluas akses pendidikan bagi anak usia dini di Kota Banjarmasin. "Ini bagian dari komitmen kita. Untuk dapat menyalurkan PIP maupun beasiswa ini bagi anak-anak PAUD di Banjarmasin," ujarnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....