Mangkrak sejak 2023, Wali Kota Yamin Desak RPU Modern Segera Dioperasikan

  • 25 Agt 2026 20:02 WIB
  •  Banjarmasin

RRI.CO.ID, Banjarmasin – Sejak dibangun 2023, Rumah Potong Unggas (RPU) modern milik Pemerintah Kota Banjarmasin di kawasan Rumah Potong Hewan (RPH) Basirih belum juga beroperasi. Kondisi tersebut membuat Wali Kota Banjarmasin H. M. Yamin HR geram dan turun langsung meninjau lokasi, Selasa sore, 25 Agustus 2026.

Dalam peninjauan itu, Yamin mengecek hampir seluruh fasilitas. Mulai dari bangunan, kandang, sarana pemotongan, ketersediaan air bersih, peralatan, drainase hingga Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL).

Yamin menilai kondisi aset tersebut harus segera dipetakan secara menyeluruh. Ia mendesak Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKP3) Banjarmasin mengidentifikasi seluruh kendala yang membuat RPU modern belum dapat difungsikan secara optimal.

“Kita inginkan bahwa RPU modern harus segera difungsikan. Bangunan RPU yang modern di kawasan RPH Basirih itu sudah lama selesai, sejak sekitar tahun 2023, tapi sampai sekarang masih terkendala,” kata Yamin.

Menurutnya, persoalan tersebut tidak boleh terus dibiarkan. RPU merupakan aset pemerintah yang dibangun untuk mendukung kegiatan pemotongan unggas agar lebih tertata, higienis, profesional sekaligus produktif.

Selain persoalan operasional, Yamin juga menyoroti kondisi lingkungan RPH, yang mana Sistem IPAL, drainase dan kebersihan kawasan diminta segera dibenahi. Ia bahkan mendorong limbah hasil pemotongan, termasuk bulu ayam dan sisa lainnya, tidak sekadar dibuang tetapi dapat dikelola menjadi sesuatu yang memiliki nilai manfaat.

“Kita lihat tadi banyak juga bulu ayam dan sebagainya. Ini harus dikelola dan diolah agar bisa bermanfaat kembali,” ujarnya.

Tak hanya membenahi fasilitas, Yamin ingin seluruh aktivitas pemotongan unggas di Kota Banjarmasin ke depan diarahkan secara terpusat ke RPH Basirih.Menurutnya, langkah tersebut penting untuk menghindari aktivitas pemotongan yang berjalan sporadis sekaligus memastikan standar kebersihan, kesehatan dan pengelolaan lingkungan dapat terpenuhi.

“Kita inginkan semua pemotongan unggas yang ada di Kota Banjarmasin itu terfokus ke RPH ini,” kata Yamin.

Yamin juga membuka opsi kerja sama dengan pihak ketiga apabila pemerintah daerah dinilai tidak mampu mengelola RPH secara optimal. “Kalau memang tidak mungkin, kita coba dengan pihak ketiga. Sehingga benar-benar ini bisa berjalan dengan maksimal,” ucapnya.

Ia menegaskan, RPH Basirih tidak boleh hanya menjadi bangunan yang berdiri tanpa memberikan manfaat. Pemerintah harus segera menentukan pola pengelolaan yang jelas, profesional dan mampu menghasilkan manfaat bagi daerah.

Yamin pun meminta jajarannya tidak berhenti pada pembenahan fisik. Konsep pengelolaan RPH juga harus disiapkan agar fasilitas tersebut benar-benar produktif. “RPH ini harus kita buat lebih profesional dan produktif. Tujuannya agar benar-benar bisa termanfaatkan,” ujarnya, mengakhiri.

Diketahui, di tahun 2023, DKP3 Banjarmasin membangun dua gedung RPU modern, dengan menghabiskan anggaran sekitar Rp1,9 Miliar. Tak cuma itu, dua unit alat pemotong unggas modern juga turut beli melengkapi fasilitas disana, dengan biayanya mencapai Rp3,5 Miliar.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....