Kolam Bermain Dibangun Tanpa Listrik, Wali Kota Pertanyakan Pola Berpikir Dinas?

  • 04 Okt 2026 15:54 WIB
  •  Banjarmasin

RRI.CO.ID, Banjarmasin — Kolam bermain anak di Taman Satwa dan Edukasi Jahri Saleh, Banjarmasin, hingga kini belum juga beroperasi. Padahal, pembangunan wahana tersebut telah menghabiskan anggaran sekitar Rp3,1 miliar.

Kondisi ini menjadi sorotan karena wahana yang dibangun menggunakan anggaran daerah tersebut belum dapat dimanfaatkan masyarakat secara maksimal. Kekecewaan salah satunya disampaikan Hidayatullah, warga Teluk Dalam, yang sengaja datang bersama istri dan anaknya untuk berlibur di Taman Satwa dan Edukasi Jahri Saleh, Minggu, 04 Oktober 2026.

Ia berharap anaknya dapat menikmati kolam bermain yang telah dibangun. Namun, harapan tersebut pupus setelah mengetahui wahana itu masih belum bisa digunakan.

"Saya sengaja datang bersama istri dan anak untuk berlibur dan ingin menikmati kolam bermain anak. Tapi ternyata belum bisa digunakan," ujar Hidayatullah.

Belum beroperasinya wahana tersebut juga menimbulkan pertanyaan mengenai kesiapan perencanaan pembangunan. Sebab, pembangunan fisik yang telah menelan anggaran miliaran rupiah semestinya dibarengi dengan kesiapan sarana pendukung sehingga fasilitas dapat langsung dimanfaatkan masyarakat setelah selesai dikerjakan.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKP3) Kota Banjarmasin, Yuliansyah Effendi, mengakui kolam bermain anak tersebut belum beroperasi karena belum tersambung aliran listrik. Menurutnya, saat peluncuran wahana beberapa waktu lalu, pihaknya masih mengandalkan mesin genset untuk kebutuhan listrik.

"Karena listriknya belum masuk. Waktu peluncuran kemarin masih menggunakan genset," kata Yuliansyah, saat dikonfirmasi.

Ia mengklaim pemasangan jaringan listrik akan dilakukan dalam waktu dekat. Anggaran untuk kebutuhan tersebut disebut akan diupayakan melalui APBD Perubahan Kota Banjarmasin 2026.

Namun, alasan tersebut justru menjadi perhatian karena kebutuhan listrik merupakan salah satu komponen penting yang semestinya telah dipersiapkan sejak tahap perencanaan pembangunan wahana. Wali Kota Banjarmasin H. M. Yamin HR pun menyayangkan kondisi tersebut.

Yamin menegaskan, pembenahan Taman Satwa dan Edukasi Jahri Saleh merupakan salah satu fokus pemerintah kota. Karena itu, ia mempertanyakan mengapa pembangunan wahana yang sudah selesai justru belum dapat langsung dimanfaatkan masyarakat hanya karena persoalan fasilitas pendukung.

Menurutnya, persoalan seperti kebutuhan listrik semestinya sudah dipikirkan sejak proses pembangunan berlangsung. Dengan begitu, ketika pekerjaan fisik selesai, fasilitas tersebut dapat langsung digunakan masyarakat.

"Semestinya dipikirkan terlebih dahulu apa yang menjadi kekurangan selama pembangunan itu berlangsung. Jadi ketika selesai, bisa langsung dinikmati masyarakat," kata Yamin tegas.

Ia bahkan mempertanyakan pola perencanaan dinas terkait yang dinilai belum menunjukkan inisiatif untuk menyelesaikan persoalan tersebut sejak awal. Yamin mendesak DKP3 dan Kepala UPT terkait segera mencari solusi agar kolam bermain anak itu dapat beroperasi.

"Saya bingung pola berpikirnya seperti apa. Ini seharusnya bisa diinisiasi dari awal. Jangan setelah selesai baru memikirkan listriknya," ujarnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....