Hadapi Karhutla, Ribuan Jemaah di Sabilal Muhtadin Salat Istisqa Minta Hujan
- 25 Agt 2026 10:46 WIB
- Banjarmasin
RRI.CO.ID, Banjarmasin - Ribuan jemaah memadati lapangan Masjid Raya Sabilal Muhtadin Banjarmasin pada Selasa pagi, 25 Agustus 2026. Masyarakat berkumpul di tengah kondisi kabut tipis untuk menunaikan Salat Istisqa secara berjamaah guna memohon turunnya hujan.
Pelaksanaan ibadah dimulai sekitar pukul 08.00 Wita dengan panduan takbir tujuh kali pada rakaat pertama dan lima kali pada rakaat kedua. Jalannya salat dua rakaat tersebut dipimpin langsung oleh Ustaz Ahmad Sawiti.
Usai salat, Khatib Ustaz Ilham Humaidi menyampaikan dua khutbah yang diawali pembacaan istigfar bersama. Ritual membalikkan sorban juga dilakukan di akhir khutbah sebagai simbol mengharapkan datangnya hujan.
Gubernur Kalimantan Selatan, Muhidin, menyebut ibadah ini merupakan ikhtiar spiritual mendampingi perjuangan tim pemadam di lapangan. Langkah ini diharapkan mampu membantu dalam menghadapi bencana kebakaran hutan dan lahan yang hinggi kini masih terjadi.
"Hampir satu bulan lebih tim dan relawan gabungan bekerja memadamkan api setiap hari. Jadi hari ini kita meminta hujan, mudah-mudahan hujan itu akan turun di Kalimantan Selatan," ujar Muhidin.
Muhidin mengungkapkan, sebelumnya Kabupaten Balangan sempat diguyur hujan usai menggelar Salat Istisqa beberapa waktu lalu. Oleh karena itu, ia mendorong agar pelaksanaan salat meminta hujan ini masif dilakukan di daerah lain.
"Kami mengimbau kepada seluruh masjid, musala, dan masyarakat dapat melaksanakan Salat Istisqa. Jadi petugas memadamkan api di lapangan, kita yang lain melaksanakan Salat Istisqa," ucapnya menambahkan.
Selain itu, Muhidin menjelaskan bahwa Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) saat ini terkendala akibat minimnya potensi awan hujan. Ibadah bersama ini diharapkan juga dapat memicu pembentukan awan agar mempercepat penanganan karhutla.
"Saat ini OMC itu agak terkendala karena awan hujannya tidak ada. Mudah-mudahan dengan Salat Istisqa ini Allah memberikan hujan di Kalimantan Selatan," katanya.
Harapan senada disampaikan salah seorang jemaah, Ernawati. Ia mengaku dampak karhutla dan kepungan asap tebal sudah sangat berdampak kepada masyarakat.
"Kebakaran hutan kan di mana-mana, termasuk di daerah kami di Hulu Sungai, kita jadi sesak napas juga. Mudah-mudahan Allah menurunkan hujan dan keberkahan untuk kita semua," ucap Ernawati.
Sebelumnya, sejumlah daerah seperti Balangan, Banjarbaru, Tanah Laut, Hulu Sungai Selatan, dan Tapin telah menggelar Salat Istisqa secara bertahap. Rangkaian ibadah digelar sejak 19 hingga 25 Agustus 2026 sebagai bentuk ikhtiar menghadapi kemarau panjang.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....