Maulid Nabi Momentum Buktikan Cinta dan Keteladanan
- 20 Agt 2026 18:17 WIB
- Banjarmasin
Poin Utama
- Peringatan Maulid Nabi Muhammad saw tidak boleh hanya menjadi rutinitas seremonial tahunan tanpa makna mendalam.
- Momentum Maulid Nabi harus diisi dengan evaluasi diri dan pembuktian nyata rasa cinta kepada Rasulullah saw.
- Mencintai Nabi merupakan perintah syariat yang bernilai ibadah dan menjadi bagian integral dari ketaatan kepada Allah Swt.
RRI.CO.ID, Banjarmasin - Umat Islam diimbau untuk tidak sekadar menjadikan peringatan Maulid Nabi Muhammad saw sebagai rutinitas seremonial tahunan. Momentum keagamaan ini semestinya diisi dengan evaluasi diri serta pembuktian nyata atas rasa cinta kepada Rasulullah saw.
Hal tersebut disampaikan Akademisi UIN Antasari Banjarmasin, Prof. Dr. H. Faisal Mubarak Seff, Lc., M.A., dalam siaran Kuliah Subuh RRI Pro1 Banjarmasin, Rabu, 19 Agustus 2026. Menurutnya, mencintai Nabi merupakan perintah syariat yang bernilai ibadah dan menjadi bagian dari ketaatan kepada Allah Swt.
"Mencintai Nabi atau mahabbatur rasul merupakan perintah yang wajib ditaati setiap muslim sejak turunnya risalah," ujarnya. “Kecintaan tersebut harus diwujudkan melalui ketaatan dan pengamalan ajaran yang dibawa Rasulullah saw.”
Prof. Faisal menjelaskan, bukti konkret kecintaan kepada Rasulullah saw terletak pada pengamalan risalah serta sunah-sunah beliau. Pengamalan tersebut mencakup ucapan, perbuatan sehari-hari, hingga sikap dalam menjaga kedamaian di lingkungan masyarakat.
"Kecintaan yang sesungguhnya kepada Rasulullah saw adalah ketika kita mampu mengamalkan ajaran yang beliau bawa," katanya. “Selawat yang diucapkan hendaknya sejalan dengan perilaku dalam kehidupan sehari-hari.”
Ia menambahkan, rasa cinta kepada Nabi Muhammad saw harus menempati posisi tinggi di atas kecintaan kepada harta maupun keluarga. Hal tersebut sejalan dengan hadis sahih yang menegaskan bahwa kesempurnaan iman berkaitan dengan kecintaan kepada Allah dan Rasul-Nya melebihi segala sesuatu.
Contoh sederhana dalam meneladani sunah Nabi antara lain tersenyum dan menyebarkan salam kepada sesama. Menyingkirkan gangguan di jalan serta membantu orang lain juga menjadi bagian dari keteladanan yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
"Jangan sampai selawat hanya menjadi ucapan di lisan, tetapi tidak tercermin dalam perbuatan.," ujarnya. “Keselarasan antara selawat, kecintaan, dan keteladanan menjadi bagian penting dalam meraih keridaan Allah Swt.”
Mengutip Surah Ali Imran ayat 31, Prof. Faisal menegaskan bahwa mengikuti petunjuk Rasulullah saw menjadi jalan untuk memperoleh kecintaan dan ampunan Allah Swt. Karena itu, umat Islam diajak memperbanyak selawat sekaligus mempelajari sirah nabawiyah secara berkelanjutan.
Momentum Maulid Nabi diharapkan menjadi sarana bagi umat Islam untuk melakukan introspeksi terhadap sejauh mana kecintaan kepada Rasulullah saw telah diwujudkan. Kecintaan tersebut hendaknya tercermin melalui pengamalan sunah, akhlak mulia, serta kepedulian terhadap sesama.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....