Maulid Nabi Jadi Momentum Perkuat Persaudaraan

  • 15 Agt 2026 13:03 WIB
  •  Banjarmasin
Poin Utama
  • Cinta kepada Nabi Muhammad saw tidak cukup hanya diucapkan, tetapi perlu dibuktikan melalui akhlak dan perbuatan nyata dalam kehidupan sehari-hari.
  • Perbedaan suku, pandangan, dan pilihan politik merupakan sunnatullah (hukum alam) yang bertujuan agar manusia saling mengenal dan membangun kebersamaan, bukan untuk bermusuhan.
  • Menjaga persaudaraan di tengah keragaman adalah wujud nyata dari kecintaan kepada Nabi Muhammad saw yang autentik dan bermakna.

RRI.CO.ID, Banjarmasin - Cinta kepada Nabi Muhammad saw tidak cukup hanya diucapkan melalui lisan atau diwujudkan dengan memeriahkan peringatan Maulid Nabi. Kecintaan tersebut perlu dibuktikan melalui akhlak dalam kehidupan sehari-hari, terutama dengan menjaga persaudaraan di tengah perbedaan.

Pesan tersebut disampaikan Ustaz Taufiqurrahman, S.Th.I., M.Pd., dalam tausiyah pada acara Hikmah Subuh RRI Pro 4 Banjarmasin, Sabtu, 15 Agustus 2026. Ia menekankan bahwa perbedaan suku, pandangan, hingga pilihan politik merupakan keniscayaan sebagai bagian dari sunnatullah agar manusia saling mengenal, bukan bermusuhan.

“Perbedaan tidak boleh menghilangkan kemanusiaan. Boleh berbeda pandangan dan pilihan, tetapi jangan sampai kehilangan adab, apalagi memutus silaturahmi,” tegas Ustaz Taufiqurrahman.

Ia juga mengingatkan masyarakat untuk menjaga lisan dan jemari saat menggunakan media sosial. Satu unggahan atau komentar buruk dapat merusak persaudaraan yang telah terjalin selama bertahun-tahun.

Menurutnya, meneladani Rasulullah saw berarti berusaha menjadi pribadi yang jujur, lembut, pemaaf, serta berhati-hati dalam menyampaikan ucapan. Sikap tersebut penting diterapkan, terutama ketika masyarakat menghadapi perbedaan pendapat di ruang digital.

Ustaz Taufiqurrahman menjelaskan bahwa akhlak menjadi salah satu ukuran penting kedekatan seseorang dengan Rasulullah saw pada hari kiamat. Karena itu, umat Islam perlu menjadikan keteladanan Nabi sebagai pedoman dalam membangun hubungan dengan sesama.

Ia juga mengajak masyarakat menghormati setiap manusia tanpa memandang latar belakangnya. Keteladanan Rasulullah saw yang tetap menghormati jenazah seorang Yahudi menjadi gambaran penting tentang penghargaan terhadap nilai kemanusiaan.

Selain itu, sikap saling memaafkan perlu terus ditumbuhkan dalam kehidupan bermasyarakat. Jangan sampai satu perbedaan menghapus puluhan kebaikan yang telah terbangun sebelumnya.

Ustaz Taufiqurrahman mengajak masyarakat memulai upaya menciptakan kedamaian dari lingkungan terdekat, terutama keluarga. Peringatan Maulid Nabi hendaknya menjadi momentum untuk membuktikan kecintaan kepada Rasulullah saw tidak hanya melalui memperbanyak selawat, tetapi juga dengan menebarkan kedamaian kepada sesama.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....