PLTU Asam Asam Pastikan Pemadaman Listrik Bukan akibat Pasokan Batubara

  • 31 Jul 2026 07:11 WIB
  •  Banjarmasin

RRI.CO.ID, Banjarmasin - PT PLN (Persero) memastikan pemadaman listrik bergilir yang masih terjadi di Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah tidak ada kaitannya dengan pasokan maupun kualitas batu bara. Pemadaman murni akibat gangguan teknis pada generator Unit 3 PLTU Asam-Asam.

Hal itu disampaikan Senior Manager PT PLN (Persero) Unit Bisnis Pembangkitan (UBP) Asam-Asam, Fajar Pamujianto, Kamis 30 Juli 2026. Fajar menyampaikan kepada sejumlah awak media dan organisasi masyarakatsaat saat melihat dari dekat proses perbaikan generator di PLTU Asam-Asam, Kabupaten Tanah Laut,

Menurut Fajar, penyebab berkurangnya pasokan listrik ke sistem interkoneksi Kalimantan murni akibat gangguan teknis pada generator Unit 3 PLTU Asam-Asam. Kerusakan ini sama sekali tidak berhubungan dengan batu bara.

"Ini murni gangguan teknis pada generator dan sifatnya di luar prediksi," ujarnya.

Fajar juga menepis anggapan bahwa pembangkit mengalami kendala akibat kekurangan bahan bakar. Dirinya memastikan stok batu bara di PLTU Asam-Asam masih mencukupi untuk mendukung operasional pembangkit.

"Cadangan batu bara saat ini masih aman, sekitar 15 hari ke depan," katanya.

Saat ini, proses perbaikan generator terus dikebut oleh tim teknis yang bekerja selama 24 jam. Namun, pekerjaan tersebut tidak bisa dilakukan secara terburu-buru karena setiap tahapan harus melewati proses pengujian sebelum berlanjut ke tahap berikutnya.

"Setelah satu tahapan selesai, kami lakukan pengujian dan evaluasi datanya. Kalau hasilnya sudah sesuai standar, baru masuk ke proses berikutnya. Karena itu, perbaikannya memang membutuhkan waktu," ucap Fajar, menjelaskan.

PLN menargetkan perbaikan generator selesai pada 25 Agustus 2026. Meski begitu, upaya pemulihan sistem terus dilakukan agar pasokan listrik ke pelanggan dapat berangsur normal.

Fajar menambahkan, gangguan pada generator seperti yang terjadi saat ini tergolong jarang. Bahkan sepanjang 2026, insiden tersebut baru pertama kali terjadi.

"Kalau tahun ini baru sekali. Sebelumnya kejadian serupa pernah terjadi pada 2018," ungkapnya.

Sementara, Muhammad Amin Hasani dari Vinus Kalsel salah satu perwakilan masyarakat yang menggelar aksi di depan Kantor PLN turut diajak menyaksikan proses perbaikan dan melihat stok batubara PLTU Asam Asam. Menurut Amin, kerusakan generator memang nyata dan saat ini sedang ditangani oleh tim teknis dan menepis isu kurangnya pasokan batubara.

“Kami melihat sendiri bahwa memang benar terdapat kerusakan pada generator Unit 3 dan saat ini sedang dalam proses perbaikan. Stok batubara juga cukup dengan kualitas sesuai,” katanya.

Sebagai salah satu pembangkit utama di sistem interkoneksi Kalimantan, PLTU Asam-Asam memiliki peran penting dalam menyuplai kebutuhan listrik. Gangguan pada generator Unit 3 berkapasitas 54 megawatt (MW) inilah yang membuat pasokan listrik berkurang. Kondisi ini memaksa PLN harus menerapkan pemadaman bergilir di sejumlah wilayah Kalsel dan Kalteng selama proses perbaikan berlangsung.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....