DPRD Bongkar Penyebab Listrik Padam Bergilir, Public Hearing Tak Berhenti di Forum
- 02 Agt 2026 15:34 WIB
- Banjarmasin
RRI.CO.ID, Banjarmasin – Persoalan pemadaman listrik bergilir yang selama ini dikeluhkan masyarakat akhirnya dibahas secara terbuka dalam Public Hearing dan Jalan Sehat Pagi Serap Aspirasi yang digelar DPRD Kota Banjarmasin. Kegiatan yang dibuka oleh Sekretaris Daerah Kota Banjarmasin, Ichrom Muftezar itu menjadi forum untuk mengurai penyebab krisis pasokan listrik sekaligus membahas kompensasi bagi pelanggan terdampak.
Kegiatan diawali dengan jalan sehat bersama pimpinan dan anggota DPRD Kota Banjarmasin serta jajaran pemerintah kota. Dalam kesempatan tersebut, peserta juga membagikan bendera Merah Putih kepada masyarakat yang melintas maupun warga yang berada di warung-warung makan sebagai bagian dari rangkaian menyambut Hari Kemerdekaan RI.
Ichrom Muftezar menegaskan kehadiran Pemerintah Kota Banjarmasin merupakan tindak lanjut atas instruksi langsung H. M. Yamin HR untuk menyerap aspirasi masyarakat terkait persoalan kelistrikan. "Kami berada di kegiatan Public Hearing berdasarkan instruksi Wali Kota Banjarmasin, H. M. Yamin HR. Pada prinsipnya, Pemerintah Kota Banjarmasin sangat mengapresiasi kegiatan Public Hearing yang dilaksanakan oleh DPRD Kota Banjarmasin," ujar Tezar.
Forum tersebut menghadirkan narasumber dari PLN UP3 Banjarmasin, termasuk perwakilan Unit Lambung Mangkurat dan Unit A. Yani, yang memberikan penjelasan mengenai penyebab pemadaman bergilir hingga mekanisme kompensasi bagi pelanggan. Menurut Tezar, forum berjalan produktif karena masyarakat memperoleh penjelasan langsung dari pihak PLN mengenai persoalan yang selama ini menjadi perhatian publik.
"Alhamdulillah kegiatannya berjalan lancar. Banyak sekali penjelasan terkait apa penyebab dari pemadaman bergilir, terus apa kompensasi yang bisa diterima oleh masyarakat," katanya.
Public Hearing juga dihadiri Wakil Ketua III DPRD Kota Banjarmasin Muhammad Isnaini, perwakilan PLN UP3 Banjarmasin Dedy, serta Ketua Forum Kota (Forkot) Syarifudin Nisfuadi. Kehadiran Forkot menjadi sorotan karena sebelumnya organisasi tersebut telah menyatakan rencana menggugat PLN atas dampak pemadaman bergilir yang dinilai merugikan masyarakat.
Salah satu informasi penting yang mengemuka dalam forum itu adalah rencana penambahan pasokan listrik melalui pembangkit di PLTD Trisakti. Tambahan daya tersebut diharapkan mampu memperkuat sistem kelistrikan di Banjarmasin dan mengurangi risiko terjadinya pemadaman bergilir yang dalam beberapa pekan terakhir berdampak pada aktivitas masyarakat maupun dunia usaha.
"Kalau untuk PLTD Trisakti, itu memang sudah ada rencana dari PLN Pusat untuk mendatangkan dari luar Pulau Kalimantan. Kalau tidak salah ada 40 Megawatt yang akan didatangkan, dan itu nanti akan memberikan tambahan energi listrik untuk Kota Banjarmasin," ujar narasumber dari PLN.
Menindaklanjuti hasil forum tersebut, Pemerintah Kota Banjarmasin memastikan tidak akan berhenti pada tahap diskusi semata. Pemko akan mengkaji berbagai langkah lanjutan, termasuk mendorong pemanfaatan sumber energi alternatif serta memastikan masyarakat memperoleh informasi yang jelas mengenai hak kompensasi akibat pemadaman listrik.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....