Pemko Datangi PLN, Pasca Pemadaman Picu Amarah Warga

  • 27 Jul 2026 15:50 WIB
  •  Banjarmasin

RRI.CO.ID, Banjarmasin – Pemadaman listrik bergilir kembali melanda Kota Banjarmasin setelah sempat mereda. Bahkan, durasi pemadaman mencapai lima hingga enam jam, memicu gelombang keluhan masyarakat yang membanjiri media sosial dan layanan pesan Pemko Banjarmasin.

Merespons kondisi tersebut, Sekretaris Daerah Kota Banjarmasin, Ichrome Muftezar, atas instruksi Wali Kota Banjarmasin, H. M. Yamin HR langsung mendatangi Kantor PT PLN UP3 Banjarmasin, Senin, 27 Juli 2026. Kedatangannya untuk meminta penjelasan sekaligus mendesak percepatan penanganan.

"Atas instruksi Pak Wali Kota, saya menindaklanjuti banyaknya DM dan pesan WhatsApp yang diterima pimpinan. Banyak keluhan masyarakat atas pemadaman listrik ini," ujar Tezar usai bertemu Manager PLN UP3 Banjarmasin.

Dari hasil pertemuan tersebut, PLN menjelaskan bahwa penyebab utama pemadaman bergilir berasal dari berkurangnya pasokan daya akibat gangguan dan pemeliharaan pembangkit. Sementara sistem kelistrikan Kota Banjarmasin hanya menerima distribusi listrik dari jaringan PT PLN Unit Induk Distribusi Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah (UID Kalselteng).

Tezar mengatakan, PLN telah menyampaikan komitmen untuk mulai mengurangi durasi pemadaman dalam beberapa hari ke depan. Pemko juga menerima kepastian bahwa pada pekan kedua Agustus, tepatnya mulai 5 Agustus, pemadaman bergilir ditargetkan tidak lagi diberlakukan, meski sistem kelistrikan masih dalam status siaga.

"Disampaikan Pak Yanuar, Insya Allah mulai Rabu ini dan paling lambat Sabtu durasi pemadaman akan berkurang. Biasanya lima sampai enam jam, kemungkinan bisa ditekan menjadi sekitar tiga jam," ucapnya.

Tezar menegaskan masyarakat berhak memperoleh pelayanan kelistrikan yang andal. Karena itu, Pemko meminta PLN segera menuntaskan seluruh kendala teknis agar kerugian yang dirasakan warga akibat pemadaman berkepanjangan tidak terus berulang.

Selain percepatan penanganan, Pemko juga meminta PLN lebih terbuka dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat. "Kami juga meminta agar penyebab gangguan, wilayah terdampak, dan estimasi waktu pemulihan disampaikan secara terbuka sehingga masyarakat bisa mempersiapkan diri. Itu pesan yang diminta Pak Wali Kota untuk kami sampaikan kepada PLN," ujarnya.

Sementara itu, Manager PLN UP3 Banjarmasin, Yanuar, menjelaskan pemadaman bergilir merupakan langkah yang terpaksa diambil untuk menjaga stabilitas sistem kelistrikan di tengah berkurangnya daya pasok. Menurutnya, kebijakan tersebut juga bertujuan mencegah terjadinya pemadaman berulang dalam waktu 24 jam yang berpotensi lebih merugikan masyarakat.

"Jika dipaksakan dengan durasi pemadaman yang lebih pendek, risikonya bisa terjadi padam serentak dan proses penormalannya akan jauh lebih lama, bahkan bisa mencapai 15 hingga 24 jam. Karena itu kami menerapkan manajemen beban melalui pemadaman bergilir," kata Yanuar.

Ia mengungkapkan, berdasarkan laporan tim pembangkit, saat ini sejumlah unit pembangkit masih menjalani pemeliharaan sekaligus penanganan gangguan. Seluruh sumber daya, kata dia, telah dikerahkan untuk mempercepat proses perbaikan.

"Perbaikan terus kami lakukan dengan mengerahkan seluruh sumber daya yang ada. Insya Allah pada minggu kedua Agustus kondisi sudah normal dan tidak ada lagi pemadaman bergilir, kecuali terjadi gangguan yang sifatnya mendadak," ucapnya, berjanji.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....