Meski di tengah Kota, Kuota Murid Baru SMPN 10 Banjarmasin Belum Terpenuhi
- 24 Jun 2026 20:54 WIB
- Banjarmasin
RRI.CO.ID, Banjarmasin - Persoalan minimnya pendaftar pada Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) tahun ajaran 2026/2027 masih menjadi tantangan klasik bagi sejumlah sekolah. Tidak hanya di pinggiran kota, kondisi serupa juga melanda sekolah di kawasan tengah kota seperti SMPN 10 Banjarmasin, Kelurahan Gadang, Kecamatan Banjarmasin Tengah.
Pada tahun ajaran ini, sekolah tersebut menyediakan kuota sebanyak 224 kursi yang terbagi ke dalam tujuh rombongan belajar (rombel). Namun, hingga berakhirnya masa pendaftaran untuk semua jalur, pihak sekolah tercatat baru mendapatkan 129 calon siswa baru.
Kepala SMPN 10 Banjarmasin, Suriasa, menyebut jumlah pendaftar yang masuk saat ini baru bisa menutupi kebutuhan untuk lima rombel. Menurutnya, pemandangan sepinya pendaftar tersebut serupa dengan kondisi pada masa penerimaan pada tahun ajaran 2025/2026 lalu.
"Keliatannya memang animo masyarakat meningkat dari tahun lalu. Tapi, dari segi porsi masih terlihat sama seperti tahun lalu," katanya kepada RRI, Rabu, 24 Juni 2026.
Suriasa menerangkan tren penurunan jumlah pendaftar ini telah terjadi dalam beberapa tahun terakhir. Salah satu faktor penyebab utamanya adalah lokasi sekolah yang berdekatan dengan beberapa SMP lain.
"Sekolah di sekitar kita ini kan ada beberapa, bahkan sebagian itu sekolah favorit. Jadi memang ada beberapa pilihan bagi anak-anak itu untuk mendaftar," ucapnya menambahkan.
Selain faktor lokasi, hal ini juga dipicu oleh minimnya populasi anak dengan usia yang memasuki jenjang SMP di lingkungan sekitar. Hal tersebut membuat ruang serapan calon pendaftar menjadi semakin sedikit.
Kondisi minimnya jumlah pendaftar ini dipastikan akan turut memengaruhi besaran bantuan untuk sekolah yang diterima dari pemerintah. Pasalnya, akumulasi dana bantuan tersebut dihitung berdasarkan total jumlah siswa yang aktif belajar.
"Bantuan ini yang nantinya akan dipakai untuk biaya operasional sekolah. Sekolah kita kan cukup besar, jadi kalau bantuan ini berkurang pasti akan berdampak," kata Suriasa.
Meski kuota belum terpenuhi seratus persen, pihak manajemen sekolah memastikan proses penerimaan murid baru sejauh ini berjalan lancar tanpa kendala. Jumlah siswa yang telah terdata dinilai masih berada dalam batas aman untuk menunjang aktivitas pembelajaran di tahun ajaran baru.
Di sisi lain, keputusan untuk bertahan memilih sekolah tengah kota ini pun tetap diambil oleh sebagian orang tua, salah satunya yakni Umiati. Ia mengaku sengaja mendaftarkan buah hatinya ke sekolah tersebut lantaran lokasinya yang dekat dari kediaman mereka.
"Rumah kami di Pasar Lama jadi lebih dekat kalau di sini. Kebetulan anak saya dari awal langsung pilihannya di sini juga," katanya.
Sementara itu, guna memenuhi sisa kuota yang masih tersedia, pihak sekolah akan membuka sistem pendaftaran secara luring (offline) pada Kamis, 25 Juni. Langkah ini diambil berdasarkan surat edaran Dinas Pendidikan Kota Banjarmasin yang memberikan kesempatan bagi sekolah yang belum memenuhi kuota calon murid baru.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....