Udara Mulai Tercemar Asap Karhutla, Kenapa Banjarmasin Belum Geser Jam Sekolah?
- 22 Agt 2026 08:17 WIB
- Banjarmasin
RRI.CO.ID, Banjarmasin – Kebijakan berbeda diambil Pemerintah Kota Banjarmasin dan Kota Banjarbaru dalam menghadapi kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang mulai mengganggu kualitas udara. Jika Pemko Banjarbaru telah mengambil langkah dengan menggeser jam belajar sekolah, Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Banjarmasin hingga kini belum mengeluarkan kebijakan serupa.
Kepala Disdik Kota Banjarmasin Ryan Utama mengatakan, pihaknya masih memantau perkembangan kualitas udara sebelum memutuskan apakah jam belajar perlu disesuaikan. “Kalau penyesuaian jam sekolah belum. Tapi mungkin kami akan mengeluarkan surat edaran terkait penggunaan masker ke sekolah,” ujar Ryan.
Untuk sementara, Disdik Banjarmasin mengarahkan peserta didik, guru, dan tenaga kependidikan menggunakan masker selama beraktivitas di lingkungan sekolah. Disdik akan mengevaluasi kondisi di lapangan, termasuk mengacu pada perkembangan status yang ditetapkan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Banjarmasin.
“Kebijakan penyesuaian jam belajar tidak akan diambil secara tergesa-gesa. Kami juga terus minta laporan seluruh kepala sekolah bagaimana kondisi di lapangan,” katanya.
Laporan tersebut dinilai penting, terutama bagi sekolah yang berada di wilayah rawan terdampak kabut asap, termasuk kawasan yang berbatasan langsung dengan kabupaten atau kota lain. Koordinasi dengan Wali Kota Banjarmasin, H. M. Yamin HR akan dilakukan untuk mempertimbangkan penerapan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) di sekolah tertentu.
“Kita juga mulai menyiapkan opsi yang lebih jauh jika kualitas udara terus memburuk. Koordinasi dengan akan dilakukan dengan pimpinan untuk mempertimbangkan penerapan PJJ di sekolah tertentu,” ujarnya.
Namun, opsi PJJ baru akan diterapkan jika kabut asap dinilai sudah mengganggu kesehatan dan membahayakan keselamatan warga sekolah. “Sekarang pakai masker dulu arahannya dan kami melihat perkembangan status yang dikeluarkan BPBD. Kalau sudah parah dan membahayakan, ya bisa jadi kita terapkan PJJ,” ucap Ryan.
Sebelumnya, Disdik Banjarmasin juga telah berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Banjarmasin terkait langkah perlindungan terhadap warga sekolah. Termasuk rencana pembagian masker terhadap anaka-anak murid yang rentan terpapar asap.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....