IKMABAN Ingatkan Pentingnya Literasi Digital dan Etika Bermedia Sosial

  • 15 Jun 2026 13:51 WIB
  •  Banjarmasin

RRI.CO.ID, Banjarmasin - Generasi muda didorong menjadi pelopor kerukunan di ruang digital melalui penggunaan media sosial yang bijak dan bertanggung jawab. Pesan tersebut disampaikan dalam dialog Ngobras RRI Pro1 Banjarmasin bertema "Generasi Cerdas: Jaga Kerukunan Lewat Jari", Minggu, 14 Juni 2026.

Dialog menghadirkan Ketua Ikatan Mahasiswa Banjarmasin (IKMABAN) Periode 2026, Lukman Nul Hakim, bersama Wakil Ketua Khairul Fikri dan Sekretaris Dita Damayanti. Acara tersebut dipandu Yani Prasetia Hati, M.Pd., yang merupakan Analis Kebijakan Kesbangpol Kota Banjarmasin.

Lukman Nul Hakim mengatakan mahasiswa harus cerdas menyikapi informasi yang beredar di media sosial. Menurutnya, faktor lingkungan dan pergaulan sangat memengaruhi cara seseorang memanfaatkan teknologi.

“Kalau saya menemukan berita viral, saya cek dulu kebenarannya kepada teman dan mencari sumber lainnya,” ujar Lukman. “Kita harus cerdas secara teknologi dan matang secara moral.”

Ia menjelaskan IKMABAN memiliki jejaring luas dengan organisasi mahasiswa daerah lain di Kalimantan Selatan maupun luar daerah. Jejaring tersebut dimanfaatkan untuk memperkuat silaturahmi, kolaborasi, serta menyampaikan aspirasi mahasiswa kepada pemerintah.

Menurut Lukman, teknologi sangat membantu aktivitas organisasi maupun perkuliahan. Namun, masyarakat perlu berhati-hati karena teknologi juga dapat membawa dampak negatif apabila disalahgunakan.

Lukman Nul Hakim mengaku pernah menjadi korban penipuan digital melalui tautan palsu yang mengatasnamakan bantuan sosial. Pengalaman tersebut menjadi pelajaran agar lebih waspada terhadap berbagai modus kejahatan siber.

“Teknologi itu netral, tergantung penggunanya,” ucapnya. “Kalau tidak dikelola dengan baik bisa menimbulkan dampak negatif, tetapi jika dimanfaatkan dengan benar akan membawa dampak positif.”

Sementara itu, Khairul Fikri mengatakan fenomena tsunami informasi di media sosial membuat masyarakat menerima berbagai informasi dalam jumlah besar setiap hari. Kondisi tersebut juga kerap disertai propaganda dan ujaran kebencian yang dapat memengaruhi cara berpikir masyarakat.

“Di media sosial banyak sekali informasi yang datang setiap hari,” ujarnya. “Kita harus bijak memilih mana yang layak diikuti agar tidak mudah terhasut.”

Ia mengingatkan generasi muda agar memanfaatkan bonus demografi menuju Indonesia Emas 2045 dengan terus mengembangkan diri. Menurutnya, anak muda perlu berpikir jauh ke depan untuk kemajuan diri sekaligus memberikan manfaat bagi lingkungan sekitar.

Dita Damayanti menambahkan IKMABAN aktif mengkaji berbagai isu daerah maupun nasional sebelum menyampaikan sikap organisasi melalui media sosial. Hasil kajian tersebut juga ditindaklanjuti melalui audiensi maupun aksi nyata di lapangan.

“Kami tidak hanya membuat kajian dan unggahan media sosial,” katanya. “Kami juga turun langsung, seperti saat membantu penanganan persoalan sampah bersama pemerintah kota.”

Menurut Dita, penyebaran informasi yang dipotong-potong sering memunculkan asumsi liar dan berpotensi memecah belah masyarakat. Karena itu, etika yang berlaku di dunia nyata harus diterapkan pula di ruang digital.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....