Musim Kemarau Ingatkan Pentingnya Muhasabah dan Jaga Lingkungan
- 05 Sep 2026 10:38 WIB
- Banjarmasin
Poin Utama
- Musim kemarau di Kalimantan Selatan dapat dimanfaatkan sebagai momentum bagi umat Islam untuk melakukan muhasabah dan meningkatkan ketakwaan kepada Allah Swt.
- Ustaz Taufiqurrahman menekankan bahwa berbagai fenomena alam bukan sekadar peristiwa biasa, tetapi merupakan bahan renungan untuk perbaikan diri dan spiritual.
- Orang beriman dapat mengambil pelajaran dari setiap peristiwa alam yang terjadi untuk semakin mendekatkan diri kepada Allah Swt. melalui introspeksi mendalam.
RRI.CO.ID, Banjarmasin – Musim kemarau di Kalimantan Selatan dan sejumlah wilayah Indonesia dapat menjadi momentum bagi umat Islam untuk melakukan muhasabah. Berbagai fenomena alam tidak hanya dipandang sebagai peristiwa biasa, tetapi juga sebagai bahan renungan untuk memperbaiki diri dan meningkatkan ketakwaan kepada Allah Swt.
Hal tersebut disampaikan oleh Ustaz Taufiqurrahman, S.Th.I., M.Pd. dalam acara Hikmah Subuh di RRI Pro4 Banjarmasin, Sabtu, 5 September 2026. Menurutnya, orang beriman dapat mengambil pelajaran dari setiap peristiwa yang terjadi untuk semakin mendekatkan diri kepada Allah Swt.
“Orang cerdas adalah ia yang mampu memuhasabah dirinya dan beramal untuk kehidupan setelah kematian,” ujar Ustaz Taufiqurrahman. “Setiap peristiwa merupakan pelajaran untuk memperbaiki diri dan meningkatkan ketakwaan kita kepada Allah Swt.”
Ia menjelaskan musim kemarau, kekeringan, dan kerusakan lingkungan mengingatkan manusia terhadap tanggung jawab menjaga bumi. Hal tersebut sejalan dengan QS Ar-Rum ayat 41 yang menjelaskan kerusakan di darat dan laut terjadi akibat perbuatan manusia agar mereka kembali ke jalan yang benar.
Ustaz Taufiqurrahman menganalogikan kemarau dengan kondisi hati manusia. Seperti tanah yang kehilangan air menjadi kering dan keras, hati juga dapat mengeras ketika seseorang semakin jauh dari Allah Swt.
Ia mengingatkan umat Islam agar tidak lebih takut terhadap keringnya bumi daripada keringnya hati. Selain melakukan ikhtiar spiritual melalui doa, istigfar, dan tobat, umat Islam juga perlu melakukan aksi nyata untuk menghadapi dampak kekeringan dan menjaga lingkungan.
“Bumi yang kering masih bisa subur jika disiram air,” ujar Ustaz Taufiqurrahman. “Begitu pula hati yang gersang harus dihidupkan dengan iman, zikir, membaca Al-Qur'an, istigfar, dan memperbanyak mengucapkan la ilaha illallah.”
Ustaz Taufiqurrahman mengajak umat Islam menjadikan musim kemarau sebagai momentum untuk memperbaiki diri sekaligus meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan. Menurutnya, menjaga bumi dan menghidupkan hati dengan iman merupakan bagian dari tanggung jawab manusia kepada Allah Swt.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....