Zulhijah, Bulan Penuh Keutamaan dan Keistimewaan
- 07 Mei 2026 13:56 WIB
- Banjarmasin
RRI.CO.ID, Banjarmasin – Bulan Zulhijah merupakan salah satu bulan yang dimuliakan dalam Islam dan termasuk dalam empat bulan haram yang disebutkan dalam Al-Qur’an. Pada bulan ini, umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak amal saleh serta menjaga diri dari perbuatan dosa.
Hal tersebut disampaikan oleh Ustaz H. Husin, S.Ag., M.Pd dalam acara Hikmah Subuh, Rabu, 6 Mei 2026 di RRI Pro4 Banjarmasin. Ia menjelaskan bahwa Allah Swt berfirman dalam Al-Qur’an Surah At-Taubah ayat 36 tentang ketetapan bulan-bulan mulia tersebut.
“Allah Swt memberikan keistimewaan besar pada bulan ini, terutama pada 10 hari pertamanya. Pada hari-hari tersebut, amal saleh sangat dicintai Allah Swt dan memiliki keutamaan yang luar biasa,” ujar Ustaz Husin.
Menurutnya, para ulama tafsir memiliki beberapa pandangan terkait hari-hari terbaik dalam Islam, namun pendapat yang paling kuat menyebutkan bahwa 10 hari pertama Zulhijah merupakan waktu paling utama untuk beramal saleh. Hal ini diperkuat dengan hadits Rasulullah Saw yang menegaskan besarnya keutamaan amal pada hari-hari tersebut.
“Bahkan nilainya lebih utama dibanding jihad, kecuali jihad yang berujung syahid. Ini menunjukkan betapa agungnya kedudukan hari-hari tersebut,” katanya.
Ia juga menegaskan bahwa salah satu keutamaan besar bulan Zulhijah adalah adanya hari Arafah pada 9 Zulhijah. Puasa Arafah bagi umat Islam yang tidak berhaji dapat menghapus dosa selama dua tahun.
“Ini kesempatan besar bagi umat Islam untuk memperbanyak ibadah dan memohon ampun kepada Allah Swt. Momentum ini tidak boleh disia-siakan,” ujarnya.
Selain puasa, umat Islam dianjurkan memperbanyak zikir, membaca Al-Qur’an, serta bersedekah selama bulan Zulhijah. Amalan seperti takbir, tahmid, dan tahlil juga memiliki nilai pahala besar jika dilakukan dengan ikhlas.
Bulan Zulhijah juga identik dengan ibadah kurban dan pelaksanaan haji yang menjadi syiar besar umat Islam di seluruh dunia. Pada puncaknya, jamaah haji melaksanakan wukuf di Padang Arafah sebagai inti dari rangkaian ibadah haji.
“Zulhijah bukan hanya bulan ibadah personal, tetapi juga simbol persatuan umat Islam di seluruh dunia. Di dalamnya terdapat nilai kebersamaan dan penghambaan kepada Allah Swt,” ujar Ustaz Husin.
Ia mengajak umat Islam untuk memanfaatkan bulan Zulhijah dengan maksimal melalui peningkatan amal saleh dan ketakwaan kepada Allah Swt. Menurutnya, momentum ini tidak sepatutnya dilewatkan dengan kesibukan duniawi, melainkan diisi dengan ibadah dan kebaikan sebagai bekal di akhirat.
“Jangan sampai terlewat dengan kesibukan duniawi. Isi Zulhijah dengan ibadah, doa, sedekah, dan amal terbaik sebagai bekal di akhirat,” ujarnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....