PKL “Kuasai” Badan Jalan, Pasar Wadai Banjarmasin Semrawut!

  • 24 Feb 2026 13:18 WIB
  •  Banjarmasin

RRI.CO.ID, Banjarmasin – Suasana Pasar Wadai di kawasan Nol Kilometer Banjarmasin tampak semrawut. Di tengah euforia berburu kuliner Ramadan, sejumlah pedagang kaki lima (PKL) justru nekat berjualan tepat di badan jalan, memicu kemacetan pejalan kaki dan membuat pengunjung harus berdesakan.

Seorang pengunjung, Hidayatullah, mengaku kecewa dengan situasi tersebut, bahkan penataan PKL di kawasan strategis itu terkesan semrawut dan minim pengawasan. Di mana akses utama yang seharusnya menjadi jalur lalu lintas pejalan kaki justru tertutup lapak pedagang, hingga mengakibatkan pengunjung terpaksa memutar arah bahkan berhenti karena arus tersendat.

“Posisinya persis di tengah jalan. Orang yang mau lewat jadi terhambat, apalagi kalau lagi ramai. Harusnya ada penataan yang lebih tertib,” kata Dayat sapaan akrbanya.

“Kalau terus dibiarkan, ini bisa berbahaya. Orang tua dan anak-anak bisa terjatuh karena saling dorong,” ujarnya lagi.

Pasar Wadai yang menjadi ikon tahunan kuliner Ramadan di Kota Seribu Sungai itu memang selalu dipadati warga. Namun, keberadaan PKL yang mengambil ruang di jalur pergerakan pengunjung dinilai berpotensi menimbulkan penumpukan massa yang tak terkendali.

“Pemerintah kota dan panitia harus segera menertibkan. Jangan sampai kenyamanan dan keselamatan pengunjung dikorbankan,” ucap Dayat.

“Pemerintah kota dan panitia pelaksana harus segera turun tangan,” ujarnya.

Sementara itu, Project Manager Event, Muhammad Budiansyah, mengklaim pihaknya sebenarnya telah menyiapkan zona khusus bagi para PKL. Fasilitas yang disediakan berupa space atau lahan berjualan yang telah disesuaikan dengan kebutuhan pedagang.

“Untuk PKL memang sudah kami siapkan tempat tersendiri. Namun kemungkinan kapasitas yang ada belum bisa menampung seluruh PKL yang ingin berjualan. Untuk area Pasar Wadai sendiri kami tidak memperbolehkan PKL berjualan di luar zona yang sudah ditentukan,” kata Budi.

“Lahan sudah kami sesuaikan. Ada yang menggunakan gerobak, ada yang hanya lapak biasa,” ujarnya.

Namun fakta di lapangan menunjukkan masih adanya PKL yang nekat berjualan di tengah jalan. Budiansyah pun tak menampik hal itu dan langkah penertiban akan dilakukan, meski dengan pendekatan persuasif terlebih dahulu.

“Yang berjualan di tengah jalan itu sebenarnya tidak boleh. Memang masih ada yang memaksakan diri,” ucapnya. “Padahal sebelumnya sudah ada kesepakatan bersama dengan aparat, bahwa demi kenyamanan pengunjung agar tidak terjadi kemacetan dan penumpukan di jalan, kami akan melakukan penertiban,” ujarnya mengakhiri.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....