lsu Jual Beli Lapak Pasar Wadai Banjarmasin Mencuat

  • 27 Feb 2026 13:15 WIB
  •  Banjarmasin

RRI.CO.ID, Banjarmasin – Isu jual beli lapak Festival Pasar Wadai Ramadan di kawasan siring Nol Kilometer Banjarmasin mencuat. Indakasi itu ditemui ketika malam hari, lapak yang seharusnya menjual makanan minuman, berubat menjadi kebutuhan sekunder, seperti aksesoris handphone, mainan dan peci.

Hal itu dibeberkan Yani, salah seorang pengunjung yang merasa kaget dengan jualan yang terpajang di lapak pada saat malam hari. Awalnya yang sore hari menjual jajanan makanan dan minuman, malamnya justru berubah menjadi kebutuhan non kuliner, yang tak semestinya dijual di pasar wadai.

"Awalnya saya dan teman-teman beli kue di pasar wadai untuk berbuka," kata Yani, warga Pemurus Dalam.

"Tapi anehnya pada malam hari saat kami berkeliling lagi lapak-lapak itu berubah jualan seperti mainan, aksesoris handphone dan peci. Orangnya yang jualannya pun berbeda," ujarnya, menambahkan.

Saat dikonfirmasi Project Manager Event, Muhammad Budiansyah mengklaim, pihaknya akan melakukan pegawasan dan menindak tegas jika terbukti ditemukan praktik tersebut. Sebagaimana ketentuan diawal, oknum yang melakukan praktik jual beli lapak akan dikenakan denda Rp5 juta dan diblacklist untuk tahun berikutnya.

“Kami akan melakukan pengawasan di lapangan. Jika terbukti ada pemilik stan menjual lapaknya, akan langsung kami stop berjualan hari itu juga dan diblacklist untuk tahun berikutnya," ucapnya.

"Kami juga akan menjatuhkan sanksi Rp5 juta. Dana sanksi itu akan digunakan untuk kegiatan sosial seperti santunan anak yatim," ujarnya lagi.

Tak persoalan jual beli lapak itu, sepanjang badan jalan di area pasar kini juga dipenuhi dengan pedagang kaki lima (PKL) hingga menciptakan kesan semrawut dan minim penataan. Alih-alih ditertibkan, para PKL justru mendapat ruang untuk berjualan oleh penyelenggara, dengan tarif sekitar Rp5.000 sampai Rp10.000 per hari.

Budiansyah pun tak menampik hal itu. Ia membeberkan, sebenarnya, lokasi khusus bagi PKL telah disiapkan di depan kantor Korem 101/Antasari, tapi kini beralih fungsi menjadi lahan parkir karena lonjakan pengujung.

"Kami sudah berkoordinasi dengan Wali Kota dan beliau meminta untuk mengakomodir para PKL dan dilakukan penataan agar lebih rapi. Karena mereka juga mencari rezeki di bulan Ramadan ini,” katanya.

“Akan kami tata agar tidak semrawut. Pembayaran Rp5.000 sampai Rp10.000 per hari akan kita gunakan untuk listrik dan kebersihan,” ucapnya, mengakhiri.

Sebelumnya, Kepala Dinas Kebudayaan, Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disbudporapar) Kota Banjarmasin, Ibnu Sabil, menegaskan tenant gratis yang difasilitasi pemerintah haram diperjualbelikan dalam bentuk apa pun. Pernyataan itu menjadi sinyal keras bahwa celah permainan “lapak titipan” atau “oper tangan” tak akan diberi ruang.

Total tenant yang tersedia hanya 263 unit, terdiri dari 200 tenant gratis masing-masing 100 dari pemko dan 100 dari sponsor, serta 63 tenant berbayar. Seluruh peserta wajib menandatangani nota kesepahaman (MoU), yang di dalamnya tercantum sanksi tegas bagi pelanggar.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....