Dilema Ibu Pekerja, antara Karier dan Pengasuhan
- 12 Sep 2026 10:57 WIB
- Banjarmasin
Poin Utama
- Mom guilt atau rasa bersalah merupakan persoalan psikologis yang dialami ibu yang bekerja terkait pengasuhan anak.
- Kondisi ini dinilai wajar sebagai bentuk kepedulian terhadap anak tetapi dapat mengganggu kesehatan psikologis apabila muncul secara berlebihan.
- Keseimbangan antara karier dan pengasuhan anak menjadi dilema utama yang dihadapi ibu bekerja di Indonesia.
RRI.CO.ID, Banjarmasin – Rasa bersalah atau mom guilt menjadi salah satu persoalan psikologis yang dapat dialami ibu yang bekerja. Kondisi tersebut dinilai wajar sebagai bentuk kepedulian terhadap anak, tetapi dapat mengganggu kesehatan psikologis apabila muncul secara berlebihan.
Hal tersebut disampaikan oleh Dr. Yulia Hairina, M.Psi., Psikolog dan Aulia Najira Putri dalam acara Pandiran Baisukan di RRI Pro4 Banjarmasin, Jumat, 11 September 2026. Menurutnya, ibu yang bekerja kerap menghadapi dilema dalam membagi waktu antara keluarga dan pekerjaan.
Dr. Yulia Hairina menjelaskan rasa bersalah pada ibu sebenarnya merupakan hal yang wajar karena menunjukkan adanya kepedulian terhadap anak. Namun, jika perasaan tersebut terus muncul secara berlebihan, kondisi itu dapat membuat ibu merasa tidak cukup baik dalam menjalankan perannya.
“Gangguan psikologisnya seperti ibu yang terus merasa tidak cukup baik dalam menjalankan perannya,” ujarnya. “Perasaan tersebut perlu dikelola agar tidak berkembang menjadi beban psikologis.”
Menurutnya, ibu yang bekerja tidak perlu menghukum diri secara berlebihan hanya karena harus meninggalkan anak untuk bekerja. Hal yang lebih penting adalah membangun kualitas hubungan dan pengasuhan ketika bersama anak serta memaknai pekerjaan sebagai bagian dari tanggung jawab.
“Saat bekerja tidak selalu berarti mengabaikan anak,” ujarnya. “Bekerja juga bisa menjadi bagian dari perjuangan memenuhi kebutuhan keluarga sekaligus menjadi teladan tentang tanggung jawab.”
Akademisi Fakultas Ushuluddin dan Humaniora UIN Antasari Banjarmasin itu mengatakan peran sebagai ibu dan pekerja dapat dijalankan secara bersamaan. Dukungan serta pembagian peran yang sehat diperlukan karena tanggung jawab membesarkan anak tidak hanya berada pada ibu, tetapi juga menjadi tanggung jawab bersama.
Sementara itu, Aulia Najira Putri yang merupakan mahasiswa Program Studi Psikologi Islam menilai dukungan keluarga dan lingkungan sangat penting dalam membantu ibu mengurangi beban psikologis. Konsep bubuhan dalam masyarakat Banjar, menurutnya, dapat menjadi salah satu kekuatan sosial untuk menciptakan dukungan dalam pengasuhan.
“Mengasuh anak bukan hanya bertumpu pada ibu, tetapi juga bisa dilakukan bersama keluarga dan lingkungan,” kata Putri. “Dengan dukungan tersebut, ibu tidak merasa harus menjalankan semuanya sendirian.”
Menurutnya, dukungan bagi ibu bekerja tidak selalu harus berasal dari keluarga sedarah. Tetangga, lingkungan sekolah, komunitas, maupun kelompok sosial lainnya juga dapat menjadi tempat berbagi dan membantu menjaga kesehatan mental.
“Saat seorang ibu punya tempat untuk bercerita dan merasa dipahami, beban yang dirasakan biasanya menjadi lebih ringan,” ujarnya. “Dukungan sederhana dari lingkungan bisa memberikan rasa aman dan membantu ibu menjalankan perannya.”
Dr. Yulia Hairina dan Aulia Najira Putri mengingatkan ibu bekerja agar tidak mengejar kesempurnaan dalam menjalankan peran pengasuhan. Keseimbangan dapat dibangun dengan mengutamakan kualitas kebersamaan, membatasi kebiasaan membandingkan diri melalui media sosial, dan menyediakan waktu untuk merawat diri.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....