Kenalkan Asmaul Husna, Orang Tua Tanamkan Kejujuran Anak

  • 06 Sep 2026 21:14 WIB
  •  Banjarmasin
Poin Utama
  • Orang tua mempunyai peran krusial dalam memperkenalkan Asmaul Husna kepada anak melalui aktivitas kehidupan sehari-hari seperti makan bersama dan bermain.
  • Pendidikan Asmaul Husna dapat diberikan kapan saja tanpa memerlukan waktu khusus karena setiap momen bersama anak adalah kesempatan untuk pembelajaran spiritual.
  • Prof. Dr. H. Abdul Basir dari UIN Antasari Banjarmasin menyampaikan pentingnya strategi pendidikan yang terintegrasi dalam rutinitas keluarga, termasuk saat anak melakukan kesalahan.

RRI.CO.ID, Banjarmasin - Orang tua berperan penting mengenalkan Asmaul Husna kepada anak melalui kehidupan sehari-hari. Pendidikan tersebut dapat dilakukan saat makan bersama, bermain, hingga ketika anak melakukan kesalahan.

Hal tersebut disampaikan Ustaz Prof. Dr. H. Abdul Basir, M.Ag., dari UIN Antasari Banjarmasin dalam program Kuliah Subuh RRI Pro 1 Banjarmasin, Minggu, 6 September 2026. Menurutnya, pengenalan Asmaul Husna tidak harus dilakukan dalam waktu khusus karena setiap kesempatan bersama anak dapat dimanfaatkan.

“Segala sesuatu kita kaitkan dengan Allah dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya. “Setiap ada kesempatan, kita kenalkan nama-nama Allah kepada anak sekaligus artinya.”

Sebagai contoh, orang tua dapat mengenalkan Ar-Razzaq, Allah Yang Maha Pemberi Rezeki, saat makan bersama keluarga. Anak juga dapat diajak memahami arti doa makan dan menyadari bahwa rezeki berasal dari Allah.

Pendidikan kejujuran, lanjutnya, dapat dilakukan ketika anak mengakui kesalahan. Orang tua bisa menjelaskan bahwa Allah Al-Basir, Maha Melihat, dan As-Sami, Maha Mendengar, sehingga anak terbiasa berkata jujur.

“Kalau kita tanamkan hukum Allah bersama nilai agama dan keimanan, maka nilai tersebut akan tertanam pada diri anak,” katanya. “Anak akan lebih mengenal Allah dan memahami bahwa Allah Maha Melihat dan Maha Mengetahui.”

Orang tua tidak harus menyediakan waktu lama untuk mengajarkan Asmaul Husna kepada anak. Saat berkumpul bersama keluarga selama beberapa menit, pengenalan sifat Allah dan penanaman kejujuran sudah dapat dilakukan.

Pembiasaan sederhana yang dilakukan secara terus-menerus diharapkan membuat anak semakin mengenal Allah dalam kehidupannya. Kedekatan dengan Allah juga diharapkan membentuk anak menjadi pribadi yang jujur, disiplin, dan taat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....