Kabut Asap Karhutla, Waspadai Dampaknya bagi Kesehatan
- 12 Sep 2026 10:46 WIB
- Banjarmasin
Poin Utama
- Kabut asap dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Sumatera dan Kalimantan mengganggu mobilitas masyarakat, penerbangan, dan kesehatan publik.
- Particulate matter (PM-10) yang terkandung dalam asap dapat menembus saluran pernapasan lebih dalam dan meningkatkan risiko gangguan kesehatan.
- PM-10 adalah partikel padat atau cair yang terdapat di udara, termasuk jelaga dan asap, dengan ukuran cukup kecil sehingga berbahaya bagi sistem pernapasan manusia.
RRI.CO.ID, Banjarmasin - Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda sejumlah wilayah Sumatera dan Kalimantan tidak hanya mengganggu mobilitas masyarakat dan penerbangan. Paparan asap juga dapat berdampak terhadap kesehatan karena mengandung particulate matter (PM-10) yang dapat masuk ke saluran pernapasan.
Dilansir dari ayosehat.kemkes.go.id, particulate matter merupakan partikel padat atau cair yang terdapat di udara, termasuk jelaga dan asap. PM-10 berukuran cukup kecil sehingga dapat mencapai bagian saluran pernapasan yang lebih dalam dan meningkatkan risiko gangguan kesehatan.
Masyarakat dianjurkan memperbanyak konsumsi air putih selama terjadi kabut asap. Asupan cairan yang cukup dapat membantu mencegah dehidrasi dan menjaga kondisi tubuh tetap bugar.
Kelompok tertentu lebih rentan mengalami gangguan kesehatan akibat paparan asap, seperti anak-anak, lanjut usia, serta orang yang memiliki penyakit paru-paru atau jantung. Penderita asma dan penyakit paru kronis juga dapat mengalami keluhan seperti mudah lelah dan kesulitan bernapas.
Kebersihan makanan dan minuman perlu diperhatikan ketika kabut asap terjadi. Buah dan sayuran sebaiknya dicuci sebelum diolah atau dikonsumsi, sedangkan makanan dan minuman perlu disimpan dalam kondisi tertutup dan dimasak dengan baik.
Penderita penyakit jantung dan gangguan pernapasan dianjurkan mengurangi aktivitas di luar rumah ketika kondisi udara memburuk. Apabila harus keluar ruangan, penggunaan masker yang sesuai serta konsultasi dengan dokter dapat menjadi langkah perlindungan tambahan.
| Baca juga: Tips Lindungi Diri dari Kabut Asap Karhutla |
Masyarakat juga perlu menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) secara lebih disiplin selama terjadi paparan asap. Upayanya meliputi mengonsumsi makanan bergizi seimbang, melakukan aktivitas fisik sesuai kondisi kesehatan, serta tidak merokok.
Apabila mengalami kesulitan bernapas atau keluhan kesehatan lainnya setelah terpapar kabut asap, masyarakat dianjurkan segera memeriksakan diri ke fasilitas pelayanan kesehatan. Kewaspadaan dan perlindungan diri diperlukan untuk mengurangi risiko gangguan kesehatan selama kualitas udara memburuk.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....