Edukasi Hipertensi: Kenali Gejala dan Cara Pencegahannya

  • 08 Mei 2026 13:25 WIB
  •  Banjarmasin
Poin Utama
  • Hipertensi atau tekanan darah tinggi masih banyak dialami masyarakat dan sering tidak disadari karena tanpa gejala awal.
  • Hipertensi disebut silent killer karena dapat merusak organ vital seperti jantung, otak, dan ginjal secara perlahan.
  • Pemeriksaan tekanan darah secara rutin sangat penting untuk deteksi dini dan pencegahan komplikasi.
  • Pencegahan dapat dilakukan dengan pola makan sehat, olahraga teratur, dan kontrol kesehatan secara berkala.

RRI.CO.ID, Banjarmasin – Program dialog kesehatan Indonesia Sehat di RRI Pro1 Banjarmasin, Jumat, 8 Mei 2026, membahas penyakit hipertensi yang masih banyak dialami masyarakat. Dokter Puskesmas Kuin Raya, dr. Arya Surya Jaya, menjelaskan bahaya hipertensi yang kerap tidak disadari karena tidak menunjukkan gejala awal.

Menurutnya, hipertensi atau tekanan darah tinggi ditandai dengan tekanan darah di atas 140/90 mmHg. Kondisi ini sering tidak disadari penderita karena dapat berkembang tanpa gejala awal.

“Hipertensi itu sebagai penyakit yang sering tidak disadari penderita,” ucapnya. “Hipertensi dapat berkembang tanpa menimbulkan gejala awal.”

Ia menyebut hipertensi sebagai silent killer karena dapat merusak tubuh secara perlahan tanpa disadari. Kerusakan tersebut dapat muncul hingga menyebabkan komplikasi serius.

dr. Arya Surya Jaya juga menjelaskan dampak hipertensi dapat menyerang organ vital seperti jantung, otak, dan ginjal. Kondisi ini berpotensi menyebabkan stroke hingga gagal ginjal.

“Dari 10 orang yang mengalami hipertensi, 4 sampai 5 orang tidak sadar mengalami hipertensi,” ucapnya. “Penderita ada yang tidak mengetahui kondisi tekanan darahnya.”

Ia menegaskan hipertensi sering tidak menunjukkan gejala, namun dampaknya sangat berbahaya bagi tubuh. Oleh karena itu, pemeriksaan tekanan darah secara rutin sangat penting dilakukan.

Lebih lanjut, dr. Arya menjelaskan gejala seperti pusing atau tengkuk terasa berat tidak selalu menjadi tanda pasti hipertensi. Keluhan tersebut juga dapat disebabkan oleh kondisi kesehatan lain.

Faktor risiko hipertensi meliputi usia, keturunan, dan gaya hidup tidak sehat. Konsumsi garam berlebihan serta kurang aktivitas fisik menjadi pemicu utama penyakit ini.

“Anak muda juga berisiko terkena hipertensi akibat gaya hidup modern,” ucap dr. Arya. “Masyarakat saya ingatkan agar tidak menyepelekan kondisi tersebut.”

Pencegahan hipertensi dapat dilakukan dengan pola makan sehat dan olahraga teratur. Konsumsi buah dan sayur sangat dianjurkan dalam kehidupan sehari-hari.

“Kurangi konsumsi garam menjadi salah satu upaya penting dalam menjaga tekanan darah,” ujarnya. “Aktivitas fisik secara rutin juga membantu menjaga kesehatan jantung dan pembuluh darah.”

Hipertensi harus dikontrol seumur hidup melalui pola hidup sehat dan konsumsi obat sesuai anjuran dokter. Pasien juga disarankan rutin memeriksakan diri, baik saat ada keluhan maupun tidak.

Obat hipertensi tidak boleh dihentikan tanpa konsultasi dengan dokter yang menangani. Penghentian sepihak dapat meningkatkan risiko komplikasi kesehatan serius.

“Pemeriksaan rutin adalah faktor utama untuk mencegah komplikasi hipertensi,” kata dr. Arya Surya Jaya. “Saya mengajak masyarakat lebih peduli terhadap kesehatan sejak dini.”

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....