Kenali Penyebab dan Cara Mengatasi Mata Lelah
- 03 Agt 2026 18:51 WIB
- Banjarmasin
Poin Utama
- Computer Vision Syndrome (CVS) atau digital eye strain adalah kondisi mata perih, lelah, kering, dan berair yang dipicu oleh penggunaan gawai dalam waktu lama.
- CVS tidak hanya dialami pekerja kantoran tetapi juga pelajar, mahasiswa, gamer, dan masyarakat lain yang aktif menggunakan perangkat digital.
- Memahami penyebab, gejala, dan cara mengatasi CVS menjadi langkah penting untuk menjaga kesehatan mata dan meningkatkan produktivitas.
RRI.CO.ID, Banjarmasin - Penggunaan komputer, laptop, maupun telepon pintar telah menjadi bagian dari aktivitas sehari-hari di era digital. Namun, terlalu lama menatap layar dapat memicu mata perih, lelah, kering, hingga berair yang dikenal sebagai Computer Vision Syndrome (CVS) atau digital eye strain.
Dilansir dari upk.kemkes.go.id, kondisi tersebut tidak hanya dialami pekerja kantoran, tetapi juga pelajar, mahasiswa, gamer, hingga masyarakat yang aktif menggunakan gawai. Memahami penyebab, gejala, dan cara mengatasinya menjadi langkah penting untuk menjaga kesehatan mata sekaligus mencegah gangguan yang dapat menurunkan produktivitas.
Salah satu penyebab utama mata lelah adalah berkurangnya frekuensi berkedip saat menatap layar. Selain itu, paparan cahaya biru (blue light), pencahayaan ruangan yang kurang tepat, posisi layar yang tidak ergonomis, serta penggunaan gawai tanpa jeda juga dapat membuat mata bekerja lebih keras.
Saat mata mengalami kelelahan, tubuh biasanya memberikan beberapa tanda, seperti mata terasa perih atau panas, mata kering atau justru berair, penglihatan kabur sementara, sakit kepala, sensitif terhadap cahaya, hingga mata cepat lelah saat membaca. Apabila keluhan tersebut terus diabaikan, kondisi dapat mengganggu kenyamanan dan menurunkan produktivitas.
Untuk mengurangi ketegangan mata, masyarakat dianjurkan menerapkan aturan 20-20-20, yaitu setiap 20 menit menatap layar, alihkan pandangan selama 20 detik ke objek yang berjarak sekitar 20 kaki atau enam meter. Cara sederhana ini terbukti membantu mengistirahatkan otot mata yang bekerja terus-menerus.
Selain itu, atur posisi layar sekitar 50 hingga 70 sentimeter dari mata dan pastikan pencahayaan ruangan tidak terlalu terang maupun terlalu gelap. Biasakan berkedip lebih sering untuk menjaga kelembapan mata, gunakan tetes mata buatan sesuai anjuran tenaga kesehatan bila diperlukan, serta istirahatkan mata setiap satu hingga dua jam saat bekerja.
Menjaga kesehatan mata juga perlu didukung dengan gaya hidup sehat, seperti memenuhi kebutuhan cairan, mengonsumsi makanan bergizi, dan membatasi penggunaan gawai secara berlebihan. Jika keluhan mata perih, penglihatan kabur, atau rasa tidak nyaman tidak kunjung membaik, segera lakukan pemeriksaan ke dokter mata agar mendapatkan penanganan yang tepat.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....