Keluarga Heriyadi Lestarikan Tradisi Mandi-Mandi Tujuh Bulanan
- 25 Jul 2026 14:05 WIB
- Banjarmasin
RRI.CO.ID, Martapura - Tradisi mandi-mandi tujuh bulanan masih menjadi bagian dari budaya yang terus dijaga oleh masyarakat Banjar. Tradisi turun-temurun ini merupakan bentuk rasa syukur atas kehamilan pertama seorang ibu sekaligus doa agar ibu dan calon bayi senantiasa diberikan kesehatan, keselamatan, dan kemudahan hingga proses persalinan.
Keluarga Heriyadi
Keluarga besar Heriyadi yang berdomisili di Jalan madu manis gang Pramuka Rt. 7 Batas Kota, Martapura Kabupaten Banjar, menggelar prosesi mandi-mandi tujuh bulanan untuk menantunya pada Sabtu 25 Juli 2026 Acara berlangsung khidmat dan dihadiri keluarga besar, kerabat, tetangga, serta tokoh masyarakat.
Rangkaian kegiatan diawali dengan prosesi memandikan ibu hamil menggunakan air yang dicampur bunga-bungaan sebagai simbol harapan akan keberkahan, keselamatan, dan kesehatan bagi ibu maupun bayi yang dikandungan. Lalu dilanjutkan dengan membaca surah yasin, sholawat kamilah, zikir dan di tutup dengan doa.
Kepala keluarga, Heriyadi, mengatakan tradisi mandi-mandi tujuh bulanan merupakan warisan leluhur dari orang tua zaman dulu yang memiliki makna mendalam dan patut dilestarikan. Menurutnya, tradisi ini bukan sekadar ritual adat, tetapi juga menjadi momen untuk mempererat tali silaturahmi antaranggota keluarga.

Heriyadi (kepala Keluarga hajatan)
"Kami bersyukur karena Allah SWT telah memberikan amanah berupa kehamilan pertama bagi menantu saya dan merupakan cucu pertama. Melalui tradisi ini, saya memanjatkan doa agar ibu dan bayi selalu diberi kesehatan, keselamatan, serta kelancaran hingga proses persalinan. Saya dan istri juga berharap budaya Banjar seperti ini tetap dijaga dan dikenalkan kepada generasi muda," ujar Heri.
Sementara itu, Salman Farizi calon ayah dari bayi yang dikandung istrinya mengaku bahagia dan senang walaupun agak sedikit kesusahan dalam pelaksanaannya karena ini pertama kali di selenggarakan oleh sang calon ayah. Akan tetapi tetap bersyukur karena dapat menjalani prosesi adat ini dengan lancar yang mana telah diwariskan secara turun-temurun di keluarga besar.
Ia berharap prosesi persalinannya nanti berjalan lancar dan berharap dengan kehadiran buah hati pertamanya membawa kebahagiaan serta keberkahan bagi keluarga.

Salman Farizi (Calon ayah)
"Ini adalah pengalaman pertama yang sangat berharga bagi saya walaupun ada sedikit kesusahan dalam pelaksanaannya. Saya berterima kasih kepada kedua orang tua dan seluruh keluarga yang telah mendukung serta mendoakan. Semoga istri dan bayi kami selalu sehat, persalinannya dimudahkan, dan anak kami kelak menjadi anak yang saleh, berbakti kepada orang tua, serta bermanfaat bagi masyarakat," ujarnya.
Selain menjadi ungkapan rasa syukur, pelaksanaan mandi-mandi tujuh bulanan juga menjadi ajang mempererat kebersamaan keluarga dan masyarakat. Di tengah perkembangan zaman, tradisi ini tetap dipertahankan sebagai salah satu kekayaan budaya Banjar yang sarat dengan nilai religius, kekeluargaan, dan gotong royong.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....