Adat Badamai, Warisan Banjar untuk Menjaga Kerukunan

  • 11 Jul 2026 20:28 WIB
  •  Banjarmasin

RRI.CO.ID, Banjarmasin - Masyarakat Banjar dikenal mengedepankan penyelesaian persoalan melalui musyawarah dan perdamaian. Tradisi tersebut tercermin dalam adat badamai, yakni mekanisme mediasi yang telah lama menjadi bagian dari budaya masyarakat Banjar.

Hal tersebut disampaikan akademisi UIN Antasari, Prof. Dr. H. Ahmadi Hasan, M.H., dalam program Ragam Budaya Ruhui Barakatan RRI Pro4 Banjarmasin, Sabtu, 11 Juli 2026. Menurutnya, masyarakat Banjar sangat menghormati peran tokoh agama, ulama, tokoh adat, maupun tokoh masyarakat sebagai mediator dalam menyelesaikan perselisihan.

"Untuk memilih mediator, pilihlah tokoh yang memang memiliki ilmu tinggi dan dihormati dalam lingkungan sosial," ujarnya. "Sekalipun itu permasalahan yang sangat berat, jalan pertama adalah mediasi dulu baru ke ranah hukum agar tidak ada dendam satu sama lain."

Ia menjelaskan, di tengah persoalan masyarakat yang semakin kompleks, penyelesaian melalui adat badamai tetap perlu diutamakan. Menurutnya, pendekatan mediasi sangat penting, terutama dalam persoalan keluarga, agar konflik tidak berujung pada perceraian.

Prof. Ahmadi Hasan menilai perkembangan teknologi dan perubahan sosial turut memengaruhi kehidupan keluarga. Faktor ekonomi, tekanan hidup, peran ganda, ketidakstabilan emosi, hingga perbedaan pandangan yang tidak dikomunikasikan dengan baik menjadi penyebab meningkatnya konflik rumah tangga.

"Kalau kita lihat dengan derasnya perkembangan teknologi digital, pastinya masalah semakin kompleks,” ujarnya. “Namun kita harap mediasi badamai masih akan terus dilakukan di masyarakat kita.”

Ia menegaskan bahwa adat badamai merupakan warisan hukum adat Banjar yang telah berkembang sejak masa Kesultanan Banjar. Karena itu, tradisi tersebut perlu terus dilestarikan sebagai langkah awal penyelesaian sengketa sebelum menempuh jalur hukum, sehingga nilai kebersamaan dan keharmonisan masyarakat tetap terjaga.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....