Dengan Lokakarya Tari Garapan Baru, Hidupkan Kembali Seni Topeng Banjar

  • 21 Jun 2026 11:27 WIB
  •  Banjarmasin

RRI.CO.ID, Banjarmasin - Seni tradisional Topeng Banjar yang kini semakin jarang ditampilkan terancam tergerus oleh perkembangan zaman. Untuk mengantisipasi hal tersebut, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Kalimantan Selatan menggelar Lokakarya Tari Garapan Baru Topeng Srikandi di Taman Budaya Kalsel, Jumat, 19 Juni 2026.

Kegiatan tersebut melibatkan para seniman serta perwakilan masyarakat umum dari berbagai kabupaten dan kota di Kalsel. Seluruh peserta terlibat langsung dalam mempraktikkan kesenian daerah yang kini sudah mulai jarang ditampilkan ke publik ini.

Kepala UPTD Taman Budaya Kalsel, Rizal Pahmi, menyatakan lokakarya ini bertujuan untuk menghidupkan kembali eksistensi Topeng Banjar. Pihaknya ingin mengedukasi publik mengenai keberagaman budaya daerah, terutama seni pertunjukan tradisional.

“Melalui kegiatan ini kami ingin memperkenalkan kembali kepada masyarakat bahwa Kalsel memiliki warisan budaya berupa Topeng Banjar. Saat ini sudah semakin jarang ditampilkan dan perlu terus kita lestarikan,” katanya.

UPTD Taman Budaya Kalsel juga berkomitmen menjalankan program pelestarian ini secara konsisten agar tradisi lokal tidak tergerus zaman. Langkah tersebut ditargetkan mampu memicu ketertarikan dan minat generasi muda terhadap adat dan budaya banua.

“Kami berharap kegiatan seperti ini terus berlanjut sehingga budaya bertopeng semakin dikenal masyarakat luas. Ini bagian dari warisan budaya yang harus dijaga bersama,” ujarnya menambahkan.

Pada kesempatan yang sama, penggagas Tari Topeng Srikandi, Lupi Anderiani, mengungkapkan karyanya lahir dari keresahan terhadap minimnya pementasan tari topeng klasik. Seni garapan baru ini sengaja dikemas lebih fleksibel agar dapat dipentaskan sebagai hiburan khalayak.

“Selama ini tari topeng klasik di Kalimantan Selatan memiliki keterbatasan ruang dan waktu karena bersifat sakral dan terikat aturan adat. Karena itu saya berinisiatif menciptakan topeng garapan baru yang dapat dipentaskan di mana saja sebagai media hiburan sekaligus pelestarian budaya,” ujarnya menjelaskan.

Ia menegaskan kehadiran Tari Topeng Srikandi tidak bertujuan untuk menghilangkan nilai sakral dari versi klasik terdahulu. Pengembangan kesenian hanya menyentuh ranah kreativitas baru dengan tetap menjaga pakem asli yang diwariskan turun-temurun.

Lupi berharap inovasi Tari Topeng Srikandi bisa memicu para seniman lokal lain untuk melahirkan karya baru berbasis budaya lokal. Sinergi antara kreativitas modern dan pelestarian tradisi dinilai menjadi kunci eksistensi seni daerah.

“Topeng Srikandi merupakan garapan baru dengan semangat klasik. Mudah-mudahan karya ini menjadi awal dan memotivasi para seniman lainnya untuk terus menciptakan karya topeng baru sebagai bagian dari pelestarian budaya kita," ucapnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....