Penyair Muda Banua Wujudkan Bakti melalui Karya dan Kepedulian
- 05 Okt 2026 18:58 WIB
- Banjarmasin
Poin Utama
- Tiga penyair muda Kalimantan Selatan, Rehan, Legi Artisa, dan Rizky Ramadhan, menyampaikan makna bakti untuk negeri melalui karya puisi dalam siaran RRI Pro4 Banjarmasin.
- Dalam siaran Ragam Budaya 'Ruang Sastra' pada Kamis, 1 Oktober 2026, ketiga penyair membawakan dua puisi dengan tema 'Bakti untuk Negeri' pada momentum Hari Kesaktian Pancasila.
- Pesan yang disampaikan mencerminkan sudut pandang generasi muda dalam memaknai pengabdian kepada bangsa serta kepedulian terhadap pendidikan dan lingkungan.
RRI.CO.ID, Banjarmasin - Tiga penyair muda Kalimantan Selatan memaknai bakti untuk negeri melalui karya, pendidikan, dan kepedulian terhadap lingkungan. Pesan tersebut disampaikan dalam siaran Ragam Budaya “Ruang Sastra” RRI Pro4 Banjarmasin, Kamis, 1 Oktober 2026.
Rehan, Legi Artisa, dan Rizky Ramadhan masing-masing membawakan dua puisi dalam tema “Bakti untuk Negeri”. Ketiganya mengangkat sudut pandang generasi muda dalam memaknai pengabdian kepada bangsa pada momentum Hari Kesaktian Pancasila.
Legi Artisa membacakan puisi berjudul Meninggalkan Jejak untuk Negeri yang menekankan pentingnya aksi nyata dalam kehidupan sehari-hari. Menurutnya, generasi muda tidak lagi berjuang dengan senjata, tetapi dapat berkontribusi melalui karya, kepedulian, dan empati terhadap sesama.
“Tidak perlu bukti-bukti atau janji besar untuk melakukan sesuatu,” ujar Legi. “Kita cukup dengan aksi nyata di lingkungan kita sendiri.”
Sementara itu, Rizky Ramadhan membawakan puisi Merawat Akar, Menjaga Fajar tentang pentingnya menjaga hasil perjuangan sejarah. Ia memaknai bakti sebagai upaya merawat persatuan, menjaga ingatan sejarah, dan menerapkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.
Menurut Rizky, generasi muda menghadapi bentuk perjuangan yang berbeda karena tidak lagi berada dalam situasi peperangan fisik. Pendidikan, partisipasi di lingkungan sekolah, serta menjaga hubungan baik dengan sesama dinilai menjadi bentuk pengabdian yang dapat dilakukan generasi muda.
Rehan yang kini menjadi guru di SMA Islam Insan Madani menyebut mendidik generasi muda sebagai salah satu bentuk baktinya kepada negeri. Ia berupaya mendampingi siswa agar mampu membedakan informasi yang benar dan salah di tengah derasnya arus informasi.
Menurut Rehan, siswa saat ini cenderung kritis dan membutuhkan penjelasan atas setiap arahan yang diberikan. Karena itu, guru tidak hanya berperan sebagai pengajar, tetapi juga dapat menjadi teman berdiskusi bagi siswa.
| Baca juga: Memaknai Kemerdekaan lewat Puisi dan Sastra |
Ketiga penyair muda tersebut juga menyoroti persoalan lingkungan sebagai bagian dari keresahan generasi mereka. Legi dan Rizky mengungkapkan keprihatinan terhadap kebakaran lahan dan kondisi udara yang tidak sehat di sejumlah wilayah sekitar Banjarmasin, sekaligus mengapresiasi keterlibatan masyarakat dalam menghadapi persoalan tersebut.
Melalui puisi dan pengalaman masing-masing, ketiga penyair menegaskan bahwa bakti kepada negeri dapat diwujudkan melalui berbagai peran sesuai kemampuan. Karya, pendidikan, kepedulian sosial, dan upaya menjaga lingkungan menjadi bentuk kontribusi generasi muda dalam merawat nilai-nilai kebangsaan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....