Suarakan Karhutla Kalsel melalui Sastra “Swara Pemulihan”

  • 13 Sep 2026 09:43 WIB
  •  Banjarmasin
Poin Utama
  • Kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan Selatan berdampak negatif pada kondisi psikologis masyarakat setempat.
  • Kabut asap yang dihasilkan dari karhutla mengganggu aktivitas sehari-hari dan menyebabkan warga merasa cemas serta resah.
  • Ragam Budaya Ruang Sastra dengan tema 'Swara Pemulihan' membahas pentingnya menjaga harapan di tengah dampak bencana.

RRI.CO.ID, Banjarmasin - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Selatan turut berdampak terhadap kondisi psikologis masyarakat. Kabut asap yang mengganggu aktivitas sehari-hari membuat warga merasa cemas dan resah.

Hal tersebut disampaikan Raihan, Hamnah, dan Devin dalam dialog Ragam Budaya Ruang Sastra RRI Pro4 Banjarmasin, Kamis, 10 September 2026, dengan tema “Swara Pemulihan”. Dalam dialog tersebut, mereka membahas kondisi psikologis masyarakat dan pentingnya menjaga harapan di tengah dampak karhutla.

“Walaupun sehari-hari kita pakai masker, biasanya udara itu tetap masuk,” ujar Hamnah. “Kondisi tersebut menimbulkan keresahan karena masyarakat tetap harus keluar rumah untuk bekerja, kuliah, dan menjalankan aktivitas lainnya.”

Menurut Hamnah, masyarakat perlu mengambil hikmah dari kondisi yang sedang dihadapi. Ia meyakini masyarakat Kalimantan Selatan mampu melewati cobaan dengan tetap berserah diri kepada Allah Swt.

Dampak psikologis juga dirasakan keluarga Raihan, terutama ketika kabut asap menyebabkan aktivitas belajar terganggu dan dilakukan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ). Kondisi tersebut membuat adiknya mengalami kesulitan berkonsentrasi dan merasa cemas karena aktivitas di luar rumah terbatas.

“Keluarga saya juga merasakan dampak psikologisnya akibat karhutla,” ujar Raihan. “Adik saya mengalami kesulitan berkonsentrasi belajar dan merasa cemas karena aktivitas di luar rumah terbatas.”

Raihan mengatakan rasa sedih dan kesulitan menghadapi situasi akibat karhutla merupakan hal yang wajar. Ia mengajak masyarakat untuk tetap menjaga harapan dan berdoa agar kondisi segera membaik.

Para narasumber mengajak masyarakat Kalimantan Selatan untuk saling membantu dalam menghadapi dampak karhutla. Mereka berharap masyarakat tetap kuat dan tidak larut dalam kecemasan selama proses pemulihan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....