Generasi Muda Banjar Didorong Jaga Ketahanan Pangan

  • 15 Jan 2026 21:52 WIB
  •  Banjarmasin

RRI.Co.Id, Banjarmasin - Peran generasi muda Banjar dalam memperkuat ketahanan pangan menjadi sorotan dalam siaran Pandiran Baisukan hasil kerja sama RRI Pro 4 Banjarmasin dan UIN Antasari Banjarmasin. Diskusi tersebut disiarkan langsung pada Jumat, 9 Januari 2026 melalui RRI Pro 4 Banjarmasin di frekuensi 87,7 dan 105,9 FM.

Pada edisi tersebut, tema yang diangkat adalah “Generasi Muda Banjar dan Ketahanan Pangan” yang membahas tantangan serta peluang peran pemuda dalam menjaga keberlanjutan pangan daerah.

Narasumber utama dalam siaran ini, Muhammad Adriani Yulizar, S.Ag., MA, Dosen Fakultas Ushuluddin dan Humaniora UIN Antasari Banjarmasin, menegaskan bahwa generasi muda memiliki tanggung jawab moral dan intelektual sebagai khalifah di muka bumi untuk mengelola alam secara bijak dan berkelanjutan.

Muhammad Adriani Yulizar menjelaskan bahws Al-Qur’an telah memberikan inspirasi besar tentang bagaimana manusia, khususnya generasi muda, harus memakmurkan bumi, bukan merusaknya.

"Ketahanan pangan bukan hanya soal hari ini, tetapi bagaimana kita merancang masa depan agar tetap berkelanjutan,” ujar Yulizar, mengaitkan konsep ketahanan pangan dengan Surah Al-Baqarah ayat 30 dan Surah Yusuf ayat 47.

Menurut Yulizar, kisah Nabi Yusuf AS menjadi teladan penting bagi generasi muda dalam membangun visi jangka panjang ketahanan pangan. Ia menyoroti tiga prinsip utama yang relevan hingga kini, yakni perencanaan matang, pengelolaan logistik, dan efisiensi dalam konsumsi.

“Ketahanan pangan itu harus dirancang dengan inovasi dan teknologi. Generasi muda hari ini memiliki keunggulan besar karena dekat dengan teknologi, tinggal bagaimana itu diterapkan di sektor pertanian, peternakan, dan perkebunan,” katanya, seraya menegaskan bahwa Indonesia, khususnya Banua, dianugerahi sumber daya alam yang sangat potensial.

Siaran ini juga menghadirkan Devi Mediana Putri, mahasiswa Program Studi Aqidah dan Filsafat Islam UIN Antasari, sebagai pendamping narasumber utama. Devi memberikan pandangan kritis dari perspektif generasi muda terkait rendahnya minat pemuda terhadap sektor pertanian.

“Banyak anak muda ingin hasil instan, sementara bertani identik dengan proses panjang dan penuh tantangan. Padahal ketahanan pangan itu bukan sekadar soal makan hari ini, tapi ketersediaan pangan untuk masa depan,” ungkap Devi dalam sesi dialog.

Ia menambahkan bahwa generasi muda, khususnya Gen Z, memiliki peluang besar untuk mengubah wajah pertanian melalui pendekatan digital. Media sosial dan teknologi bisa menjadi sarana edukasi bahwa pertanian itu tidak selalu sulit.

"Jika potensi ini dimanfaatkan, ketahanan pangan bisa menjadi ladang inovasi sekaligus peluang ekonomi," ucapnya.

Diskusi semakin relevan ketika dikaitkan dengan kebijakan pemerintah seperti program makan bergizi gratis yang membutuhkan pasokan pangan berkelanjutan. Yulizar menilai kebijakan tersebut membuka peluang besar bagi pemuda untuk terlibat langsung dalam rantai produksi dan distribusi pangan.

“Anak-anak muda harus peka membaca arah kebijakan pemerintah. Ketika pangan menjadi prioritas nasional, maka sektor ini akan terus hidup dan berkembang. Di sinilah peran generasi muda Banjar diuji, apakah hanya menjadi penonton atau justru pelaku utama,” ucapnya.

Melalui siaran Pandiran Baisukan, RRI Pro 4 Banjarmasin bersama UIN Antasari berharap diskusi ini mampu membangkitkan kesadaran dan minat generasi muda Banjar terhadap isu ketahanan pangan. Program ini tidak hanya menjadi ruang siar, tetapi juga wahana edukasi budaya, nilai keagamaan, dan tanggung jawab sosial.

Pandiran Baisukan terus hadir setiap Senin hingga Sabtu pukul 09.00–10.00 WITA, mengajak pendengar menyelami obrolan penuh hikmah dan kearifan lokal. Dari Banua untuk Banua, suara budaya Banjar terus digaungkan demi masa depan yang berkelanjutan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....