BNNK Barito Kuala Perkuat Edukasi Antinarkoba bagi Generasi Muda
- 24 Jul 2026 18:34 WIB
- Banjarmasin
Poin Utama
- BNNK Kabupaten Barito Kuala menegaskan komitmen melindungi generasi muda melalui penguatan program pencegahan peredaran narkotika sejak dini.
- Program ANANDA BERSINAR (Aksi Nasional Anti Narkoba Dimulai dari Anak) dirancang berbasis perlindungan anak dan telah dicanangkan secara nasional sejak awal tahun 2026.
- Integrasi kurikulum di sekolah menjadi strategi utama untuk menanamkan nilai-nilai anti narkoba dalam proses pembelajaran sehari-hari siswa.
RRI.CO.ID, Banjarmasin - Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Barito Kuala menegaskan komitmennya dalam melindungi generasi muda melalui penguatan program pencegahan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika sejak dini. Upaya tersebut dilakukan melalui edukasi yang melibatkan sekolah, keluarga, dan masyarakat.
Hal tersebut disampaikan Kepala BNNK Barito Kuala, Iskandar Adam, S.K.M., M.M., dalam siaran "Cerita di Siang Hari" RRI Pro1 Banjarmasin, Rabu, 15 Juli 2026. Menurutnya, perlindungan anak dari ancaman narkoba harus dilakukan secara menyeluruh dan berkelanjutan.
Ia menjelaskan, program Ananda Bersinar (Aksi Nasional Anti Narkoba Dimulai dari Anak) dirancang untuk memperkuat edukasi pencegahan sejak usia sekolah. Program tersebut mengintegrasikan nilai-nilai antinarkoba ke dalam proses pembelajaran.
"Melalui integrasi kurikulum di sekolah, nilai-nilai antinarkoba dapat ditanamkan dalam proses pembelajaran sehari-hari," ujarnya. “Langkah ini diharapkan mampu membangun kesadaran anak sejak dini.”
Selain melalui sekolah, BNNK Barito Kuala juga memperluas sosialisasi hingga ke desa-desa. Edukasi dilakukan agar informasi mengenai bahaya narkoba dapat menjangkau seluruh lapisan masyarakat.
"Kami turun langsung hingga ke pelosok desa untuk memberikan edukasi antinarkoba," kata Iskandar. “Upaya ini dilakukan agar seluruh anak memperoleh pemahaman yang sama tentang bahaya narkotika.”
BNNK Barito Kuala juga membentuk Sobat Ananda Bersinar sebagai agen perubahan di lingkungan sekolah. Para pelajar tersebut dibekali pengetahuan dan keterampilan untuk mengajak teman sebaya menjauhi penyalahgunaan narkoba.
"Sobat Ananda Bersinar dibentuk sebagai pelopor antinarkoba di lingkungan sekolah," ucap Iskandar. “Mereka diharapkan mampu membentengi teman sebaya dari pengaruh zat berbahaya.”
Menurutnya, kondisi geografis Barito Kuala yang didominasi jalur sungai dan berbatasan dengan sejumlah wilayah menjadi tantangan dalam pengawasan peredaran narkoba. Karena itu, BNNK terus memperkuat sinergi dengan aparat penegak hukum dan pemerintah daerah.
"Wilayah perlintasan sungai memiliki tingkat kerawanan tersendiri," kata Iskandar. “Namun, kami terus memperkuat pengawasan bersama aparat penegak hukum dan pemerintah daerah.”
Pada aspek rehabilitasi, Iskandar menegaskan bahwa masyarakat tidak perlu ragu melapor apabila ada anggota keluarga yang mengalami ketergantungan narkoba. Menurutnya, layanan rehabilitasi di BNN diberikan tanpa dipungut biaya.
"Penanganan medis dan layanan konseling di BNN diberikan secara gratis. Masyarakat tidak perlu takut untuk berkonsultasi atau melapor," ujarnya.
Iskandar mengajak seluruh elemen masyarakat meningkatkan kepedulian terhadap tumbuh kembang anak. Ia menilai sinergi antara keluarga, sekolah, tokoh agama, dan pemerintah menjadi kunci dalam mewujudkan generasi yang bebas dari penyalahgunaan narkoba.
"Sinergi seluruh elemen masyarakat sangat penting dalam mencegah penyalahgunaan narkoba," katannya. “Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya mewujudkan Indonesia Emas 2045 yang bersih dari narkotika.”
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....