Siaran Budaya IKASBA, Refleksi Akhir Tahun di RRI

  • 31 Des 2025 13:10 WIB
  •  Banjarmasin

KBRN, Banjarmasin: Siaran Ragam Budaya bersama Ikatan Kekeluargaan Antar Suku Bangsa (IKASBA) menjadi penutup rangkaian siaran budaya RRI Banjarmasin pada Minggu (29/12/2025) malam.. Mengusung tema “Bersama Kita Menyongsong 2026”, siaran ini disiarkan melalui kanal 87,8 FM & 105,9 FM serta streaming di Youtube RRI Pro4 Banjarmasin.

Program interaktif ini menghadirkan sejumlah tokoh lintas suku dan latar belakang sebagai narasumber, di antaranya Way Hudi Anden, Aliansyah Mahadi, Rachmat Basuki, dan Ratu. Kehadiran para narasumber mencerminkan semangat IKASBA sebagai ruang dialog kebudayaan yang merangkul keberagaman dalam bingkai persaudaraan.

Ratu mengawali Acara dengan pantun khas Banjar yang menegaskan nilai kesantunan dan harapan kebersamaan. Ia menyampaikan bahwa penutupan tahun bukanlah akhir, melainkan momentum refleksi dan menata harapan ke depan.

“Bukan rasa sedih yang kita bawa, tapi harapan agar ke depan lebih baik lagi. Malam ini kita berbincang untuk menyongsong 2026 dengan semangat kebersamaan,” ujarnya.

Ratu juga menegaskan pentingnya partisipasi publik dalam dialog kebudayaan. Menurutnya, IKASBA harus menjadi rumah bersama bagi seluruh elemen masyarakat.

“Kami membuka ruang seluas-luasnya agar masyarakat ikut terlibat, berdiskusi, dan merasa memiliki IKASBAH sebagai wadah persatuan,” ucapnya.

Way Hudi Anden dari Suku Dayak Ma’anyan, turut memperkaya diskusi dengan perspektif kebangsaan. Ia memperkenalkan identitas budaya Ma’anyan sekaligus menekankan pentingnya persatuan dalam keberagaman.

“Kami tetap fokus pada penguatan persatuan dan kesatuan bangsa di tengah perbedaan suku, agama, ras, dan golongan,” ucapnya.

Way Hudi juga menyoroti peran strategis forum kebangsaan dalam menjaga kondusivitas daerah. Ia menegaskan bahwa dialog lintas budaya menjadi kunci mencegah potensi konflik.

“Komunikasi dan musyawarah adalah cara damai untuk menjaga daerah tetap aman demi pembangunan bersama,” katanya.

Sementara itu, Aliansyah Mahadi atau Pa Didit menekankan konsistensi IKASBA dalam menjalankan program-program kebudayaan sepanjang 2025. Ia menyebut siaran rutin Ragam Budaya sebagai ruang strategis mempererat persaudaraan antarsuku.

“Di akhir tahun ini, kita perlu saling mengingatkan untuk terus menguatkan sinergi dan kepekaan sosial,” ujarnya.

Pa Didit juga berharap adanya dukungan berkelanjutan dari pemerintah daerah terhadap IKASBA. Menurutnya, kolaborasi antara komunitas budaya dan pemerintah sangat penting agar keberagaman dapat menjadi kekuatan pembangunan daerah, khususnya di Kalimantan Selatan.

Rachmat Basuki yang akrab disapa pa Bas menambahkan bahwa arah IKASBA ke depan tidak hanya berhenti pada dialog, tetapi juga edukasi dan aksi sosial. Ia mengusulkan pengenalan IKASBA ke lingkungan sekolah sebagai upaya menanamkan nilai toleransi sejak dini.

“Anak-anak perlu dikenalkan bahwa perbedaan itu rahmat dan aset bangsa yang harus dijaga,” ucapnya.

Menutup diskusi, para narasumber sepakat bahwa tahun 2026 harus dihadapi dengan semangat gotong royong, toleransi, dan kreativitas budaya.

Melalui siaran Ragam Budaya, IKASBA menegaskan komitmennya untuk terus menjadi jembatan persaudaraan antarsuku, sekaligus suara kebhinekaan dari Banua untuk Indonesia.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....