Nilai Pancasila Perkuat Kerukunan Antar Suku di Kalimantan Selatan
- 02 Jun 2026 19:28 WIB
- Banjarmasin
RRI.CO.ID, Banjarmasin – Keberagaman suku dan etnis yang hidup berdampingan di Kalimantan Selatan dinilai menjadi bukti nyata bahwa nilai-nilai Pancasila tetap relevan sebagai fondasi kehidupan bermasyarakat. Hal tersebut mengemuka dalam program Ragam Budaya bersama IKASBA di RRI Pro4 Banjarmasin, Senin, 1 Juni 2026, yang mengangkat tema “Implementasi Nilai-Nilai Pancasila dalam Kehidupan Antar Suku dan Etnis”.
Hadir sebagai narasumber Ketua IKASBA Kalimantan Selatan, Aliansyah Mahadi, perwakilan Kerukunan Keluarga Madura, Dr. Masrani Noor, S.E., M.M., perwakilan Kerukunan Keluarga Jawa Tengah, Rakhmat Basuki, serta perwakilan Kerukunan Keluarga Banjar, Ratu. Mereka sepakat bahwa Pancasila bukan hanya dasar negara, tetapi juga pedoman hidup dalam menjaga persatuan di tengah keberagaman.
Aliansyah Mahadi menjelaskan bahwa Kalimantan Selatan merupakan miniatur Indonesia yang dihuni oleh berbagai suku dan budaya. Menurutnya, keberagaman harus dipandang sebagai kekuatan sosial yang mampu memperkokoh persaudaraan dan mempererat hubungan antarwarga.
“Perbedaan suku, budaya, dan adat istiadat tidak boleh menjadi penghalang untuk bersatu,” ujarnya. “Justru keberagaman itulah yang menjadi kekayaan bangsa yang harus dirawat bersama.”
Ia menambahkan, IKASBA selama ini menjadi wadah komunikasi dan silaturahmi berbagai etnis di daerah. Organisasi tersebut juga berupaya mendorong terciptanya kehidupan masyarakat yang harmonis dan saling menghargai.
Sementara itu, Masrani Noor menilai nilai gotong royong, saling menghormati, dan kepedulian sosial yang hidup dalam masyarakat Madura sejalan dengan semangat Pancasila. Ia menekankan pentingnya membangun komunikasi yang baik antar komunitas agar perbedaan tidak berkembang menjadi kesalahpahaman.
Senada dengan itu, Rakhmat Basuki mengungkapkan bahwa budaya Jawa mengajarkan sikap tenggang rasa, musyawarah, dan hidup rukun dengan siapa pun. Menurutnya, nilai-nilai tersebut sangat relevan dalam memperkuat implementasi Pancasila di tengah masyarakat yang majemuk.
Sedangkan Ratu menyampaikan bahwa masyarakat Banjar memiliki tradisi keterbukaan terhadap pendatang dan menjunjung tinggi semangat kebersamaan. Hal tersebut menjadi salah satu contoh nyata penerapan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.
Para narasumber sepakat bahwa implementasi nilai-nilai Pancasila harus dimulai dari lingkungan keluarga, komunitas, hingga organisasi kemasyarakatan. Sikap saling menghormati, menghargai perbedaan, bermusyawarah, dan bergotong royong dinilai menjadi langkah sederhana namun penting dalam menjaga persatuan bangsa.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....