Bakisah, Media Efektif Galang Dana Pembangunan Tempat Ibadah
- 07 Jun 2026 09:06 WIB
- Banjarmasin
RRI.CO.ID, Banjarmasin - Di balik suksesnya berbagai pembangunan masjid dan pesantren di Kalimantan Selatan, tersimpan sebuah tradisi lisan yang telah mengakar kuat di tengah masyarakat Banjar. Tradisi itu adalah bakisah, seni bertutur yang tidak hanya menghibur, tetapi juga menjadi sarana dakwah dan penggalangan dana yang efektif.
"Bakisah dalam tradisi Banjar merupakan kemampuan seorang dai atau ulama menyampaikan cerita bernilai keagamaan dan budaya dengan gaya tutur yang menarik," kata Dosen Fakultas Ushuluddin dan Humaniora Abdul Sani dalam Pandiran Baisukan Pro4 RRI Banjarmasin, Jumat, 5 Juni 2026..
Pandiran mengangkat tema “Bakisah Banjar dalam Tradisi Galang Dana dan Warung Amal Pembangunan Tempat Ibadah Pesantren di Kalimantan Selatan.” Menurutnya, metode tersebut sejak lama menjadi bagian penting dalam kegiatan saprah amal atau warung amal untuk menghimpun dana pembangunan fasilitas keagamaan.
"Bakisah menjadi salah satu cara yang efektif untuk menarik masyarakat hadir dan terlibat dalam kegiatan penggalangan dana. Melalui cerita yang dikemas menarik, pesan agama, nilai budaya, serta ajakan untuk berinfak dapat disampaikan dengan lebih mudah diterima oleh masyarakat," ujarnya.
Dikatakan, pada masa lalu bakisah sangat populer dan sering menghadirkan tokoh-tokoh terkenal yang mampu menghidupkan karakter dalam cerita sehingga audiens larut dalam alur kisah yang disampaikan. Selain menjadi hiburan, tradisi tersebut juga berperan besar dalam meningkatkan partisipasi masyarakat untuk mendukung pembangunan masjid, pesantren, maupun fasilitas sosial lainnya.
Sementara itu, Mukhamad Alfa, mahasiswa Program Studi Psikologi Islam menilai tradisi bakisah masih memiliki relevansi kuat di era modern. Menurutnya, pendekatan melalui cerita mampu membangun kedekatan emosional dengan pendengar dibandingkan penyampaian yang bersifat instruktif.
"Jika dikaitkan dengan kondisi saat ini, bakisah dapat dianalogikan seperti penyampaian kisah inspiratif atau success story yang mampu memotivasi masyarakat melakukan hal-hal positif. Pendekatan ini membuat audiens tidak merasa digurui, tetapi terdorong mengikuti nilai-nilai baik yang disampaikan melalui cerita," katanya.
Di akhir siaran Abdul Sani juga menegaskan bahwa bakisah merupakan bagian dari kekayaan budaya lisan Banjar yang perlu dilestarikan. Ia berharap tradisi tersebut dapat diperkenalkan kembali kepada generasi muda melalui kegiatan pendidikan, perlombaan, maupun berbagai program pelestarian budaya daerah.
"Bakisah bukan hanya media dakwah, tetapi juga sarana menjaga identitas budaya Banjar. Tradisi ini memiliki nilai edukatif, sosial, dan keagamaan yang sangat kuat sehingga layak untuk terus diwariskan kepada generasi berikutnya," ucapnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....