Menjaga Budaya, Menjaga Jati Diri dan Karakter Bangsa

  • 23 Okt 2025 06:59 WIB
  •  Banjarmasin

KBRN, Banjarmasin: Menjaga budaya berarti menjaga jati diri dan karakter bangsa. Budaya adalah napas kehidupan masyarakat Banua, jika kita abai, maka perlahan identitas itu akan pudar.

"Melalui kegiatan seperti ini, kita bisa menyalakan kembali semangat generasi muda untuk mencintai budaya lokal,” kata Budayawan Faisal Embron dalam siaran Ragam Budaya Pro4 RRI Banjarmasin, Minggu (19/10/2025).

Ragam Budaya edisi di Suluh Banua mengangkat tema Humaniora Culture Festival “Menjaga Banua, Menjaga Budaya Kita”, Hadir pula narasumber Yusri (Dosen Universitas Sari Mulia), serta Norlina dan Dita, dua mahasiswa Universitas Sari Mulia yang turut berpartisipasi dalam festival tersebut.

Festival Humaniora Culture menampilkan berbagai kegiatan dan pertunjukan. Seperti pameran kerajinan, pertunjukan seni tari tradisional, musik etnik, hingga dialog budaya antar generasi.

Setiap segmen disusun untuk menumbuhkan kesadaran pentingnya menjaga warisan leluhur di tengah arus modernisasi yang semakin kuat. Kegiatan ini juga menjadi ajang kolaborasi antara akademisi, seniman, dan masyarakat.

Yusri menilai, kolaborasi antara dunia pendidikan dan ruang budaya publik seperti RRI sangat penting. Mahasiswa tidak hanya belajar teori di kampus, tetapi juga perlu terjun langsung merasakan denyut kehidupan budaya masyarakat.

"Dari sanalah muncul empati, rasa memiliki, dan tanggung jawab untuk melestarikannya,” katanya.

Sementara itu, Norlina yang juga bagian dari kepanitiaan mengatakan, festival ini menjadi kesempatan berharga untuk mengenal budaya Banua lebih dalam. Dirinya merasa bangga bisa ikut berkontribusi memperkenalkan kesenian daerah kepada teman-teman muda.

"Ini membuat kami sadar bahwa budaya bukan sekadar warisan, tetapi juga masa depan yang harus dijaga,” ujarnya penuh semangat.

Sedangkan Penanggung Jawab acara, Dita, juga menambahkan bahwa kegiatan ini membuka ruang ekspresi dan kreativitas bagi generasi muda. Ia berharap kegiatan serupa bisa menjadi agenda rutin yang lebih luas jangkauannya.

“Anak muda sekarang sebenarnya punya antusiasme besar terhadap budaya, hanya perlu wadah yang bisa menyalurkan ide dan semangat mereka,” ucapnya.

Di akhir siaran, budayawan Faisal Embron kembali mengingatkan pentingnya sinergi antara media, pendidikan, dan masyarakat dalam menjaga nilai-nilai budaya. “Menjaga Banua bukan hanya tugas seniman atau akademisi, tapi tanggung jawab kita semua.

"Selama kita peduli, budaya kita akan tetap hidup dan berkembang,” ujarnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....