Babuang Hintalu Sabiji, Kearifan Banjar Menyelamatkan Kepentingan Bersama
- 04 Jul 2026 13:57 WIB
- Banjarmasin
RRI.CO.ID, Banjarmasin – Peribahasa Banjar Babuang Hintalu Sabiji mengandung pesan tentang pentingnya kebijaksanaan dalam menjaga kepentingan yang lebih besar. Filosofi tersebut menjadi pembahasan dalam siaran Ragam Budaya "Bacangkurah" Pro 4 RRI Banjarmasin edisi Jumat, 3 Juli 2026 bersama budayawan Noorhalis Majid dan akademisi Arif Rahman Hakim. Dipandu Helda sebagai host, peribahasa ini dibahas mendalam.
Noorhalis Majid menjelaskan, peribahasa itu berangkat dari perumpamaan sebutir telur busuk di dalam satu keranjang. Meski telur lainnya masih baik, keberadaan satu telur busuk dapat memunculkan anggapan bahwa seluruh isi keranjang juga rusak. Karena itu, telur yang bermasalah dipisahkan agar tidak menimbulkan generalisasi.
"Ini sebenarnya tamsil dalam kehidupan sehari-hari. Kalau dalam satu tim ada satu orang yang terus-menerus menimbulkan masalah, maka orang itu dipisahkan agar kelompok secara keseluruhan tidak ikut dinilai buruk," ujarnya.
Menurut Noorhalis, ungkapan tersebut banyak diterapkan dalam kehidupan bermasyarakat, baik di lingkungan kerja, organisasi, maupun kampung. Tujuannya bukan semata-mata menghukum seseorang, melainkan melindungi kepentingan bersama agar tetap berjalan dengan baik.
Arif Rahman Hakim menambahkan, makna babuang hintalu sabiji menunjukkan bahwa masyarakat Banjar memiliki cara berpikir yang mengutamakan penyelamatan sesuatu yang lebih besar. Namun, penerapannya harus dilakukan secara bijaksana dan tidak menjadi alasan untuk mendiskriminasi seseorang.
"Kalau masih bisa dibina, dinasihati, dan diperbaiki, tentu itu lebih baik. Jangan sampai peribahasa ini justru dijadikan pembenaran untuk mengucilkan orang tanpa memberikan kesempatan berubah," katanya.
Dalam diskusi tersebut juga disampaikan bahwa seseorang yang pernah melakukan kesalahan masih memiliki peluang untuk memperbaiki diri. Noorhalis menilai masyarakat perlu memberi ruang bagi proses perubahan, karena setiap orang dapat menyadari kesalahan dan menjadi pribadi yang lebih baik.
Melalui Ragam Budaya "Bacangkurah", Pro 4 RRI Banjarmasin kembali menghadirkan kearifan lokal Banjar sebagai bahan refleksi kehidupan. Peribahasa babuang hintalu sabiji tidak hanya mengajarkan pentingnya menjaga kepentingan bersama, tetapi juga mengingatkan bahwa setiap keputusan harus dilandasi kebijaksanaan, keadilan, serta upaya memperbaiki, bukan sekadar menyingkirkan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....