Perkuat UMKM dan Ekraf, BI Jabar Kembali Gelar KKJ Sunda Karsa Fest
- 27 Jun 2026 17:33 WIB
- Bandung
RRI.CO.ID, Bandung - UMKM merupakan salah satu kekuatan utama perekonomian Indonesia. Dengan kontribusi lebih dari 60 persen terhadap Produk Domestik Bruto Nasional dan penyerapan sekitar 97 persen tenaga kerja. UMKM memiliki peran penting dalam menjaga ketahanan ekonomi, menciptakan lapangan kerja, serta menggerakkan aktivitas ekonomi hingga ke tingkat daerah.
Karena itu, pengembangan UMKM memerlukan dukungan kolaborasi antarpemangku kepentingan. Hal itu disampaikan Deputi Gubernur Bank Indonesia, Thomas AM Djiwandono, pada gelaran Sunda Karsa Fest: Karya Kreatif Jawa Barat 2026, pada Jumat 26 Juni 2026 malam di Trans Convention Centre (TCC), Bandung.
Sebagai wujud konsistensi dalam memperkuat ekosistem UMKM, Bank Indonesia bersama Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan berbagai mitra strategis kembali menyelenggarakan Sunda Karsa Fest: Karya Kreatif Jawa Barat 2026 pada 26–28 Juni 2026 di Trans Convention Centre dan Trans Studio Mall, Bandung. Memasuki penyelenggaraan ke-8 sejak pertama kali digelar pada 2019, kegiatan ini mengintegrasikan Karya Kreatif Jawa Barat, West Java Sharia Economic Festival, dan Pekan Kerajinan Jawa Barat dalam satu ekosistem kolaborasi.
Dukungan Bank Indonesia terhadap pengembangan UMKM dilakukan melalui peningkatan kapasitas usaha, perluasan akses pasar, digitalisasi, dan fasilitasi akses pembiayaan. Hingga Mei 2026, Bank Indonesia Jawa Barat telah membina 181 UMKM, yang terdiri atas 144 UMKM sektor pangan olahan, fesyen, dan kriya; 30 klaster pangan strategis; serta 7 desa wisata.
Berbagai program tersebut telah memberikan hasil nyata. Sepanjang 2025, penerapan digital farming pada UMKM binaan Bank Indonesia Jawa Barat telah mendorong peningkatan produktivitas cabai keriting sebesar 175 persen dan cabai rawit sebesar 120 persen. Penerapan teknologi tersebut juga menghasilkan efisiensi biaya produksi masing-masing sebesar 20 persen untuk cabai keriting dan 12 persen untuk cabai rawit.
Sementara itu, program UMKM Go Digital mencatat peningkatan transaksi penjualan digital sebesar 79,30 persen. Dalam sambutannya, Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menyampaikan apresiasi kepada Bank Indonesia atas penyelenggaraan Sunda Karsa Fest: Karya Kreatif Jawa Barat 2026 sebagai kegiatan inovatif yang mendukung pengembangan dunia usaha di Jawa Barat.
Menurutnya, pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan hanya dapat terwujud melalui ekosistem ekonomi yang kuat, di mana seluruh pelaku usaha saling mendukung dengan tetap menjaga kelestarian sumber daya alam, keseimbangan ekologi, dan keberlanjutan pemanfaatan lingkungan. Dalam konteks tersebut, Sunda Karsa Fest dinilai menjadi salah satu langkah strategis untuk memperkuat ekosistem ekonomi Jawa Barat melalui kolaborasi, pemberdayaan UMKM, dan pengembangan ekonomi kreatif yang berkelanjutan.
Lebih lanjut, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Barat, Junanto Herdiawan menyampaikan Sunda Karsa Fest: Karya Kreatif Jawa Barat 2026 (KKJ 2026) mengusung tema “Memelihara Ekosistem Ekonomi Budaya Digital dan Keseimbangan Ekologi menuju Jabar Istimewa”, yang mencerminkan komitmen pengembangan ekonomi berbasis kearifan lokal dan budaya, digitalisasi, dan keberlanjutan. KKJ 2026 menargetkan peningkatan signifikan khususnya pada aspek perluasan pasar, pembiayaan UMKM, serta keterlibatan masyarakat luas.
Digitalisasi UMKM terus diperkuat melalui pemanfaatan QRIS yang telah menjangkau 13,8 juta pengguna dan 10,4 juta merchant, mayoritas di antaranya merupakan pelaku UMKM. Digitalisasi juga ditingkatkan melalui kolaborasi KKJ 2026 dengan Shopee melalui program KKJ online yang melibatkan lebih dari 1.258 UMKM.
Tahun ini, KKJ menghadirkan sekitar 260 booth/tenant secara fisik yang meliputi UMKM fashion dan craft, halal showcase, halal beauty, F&B dan kuliner, desa wisata, serta kerajinan unggulan dari 27 kabupaten/kota di Jawa Barat. Pengunjung juga dapat mengakses layanan Bank Indonesia, perbankan, dan layanan publik lainnya. Beragam kegiatan edukatif turut memeriahkan acara, mulai dari kompetisi, talkshow, seminar, Tabligh Akbar, Fashion Show, Grand Final Mojang Jajaka, hingga berbagai special performance.
Sejumlah program inovasi kolaboratif juga dihadirkan, a.l Pasar Murah, Pojok Wakaf (Wakafee), Run the Mall, Donor Darah, Cek Kesehatan, hingga program penukaran sampah botol plastik sebagai bentuk edukasi ekonomi sirkular. Opening Ceremony KKJ 2026 turut menampilkan peragaan wastra Jawa Barat karya unggulan UMKM oleh Gubernur Jawa Barat, pimpinan Bank Indonesia Jawa Barat, dan pimpinan perbankan.
Peragaan tersebut menjadi simbol sinergi dalam memperkuat ekonomi kreatif sekaligus melestarikan kekayaan budaya Jawa Barat.
Junanto menegaskan bahwa Bank Indonesia Jawa Barat secara konsisten menjalankan program pengembangan UMKM melalui pendekatan yang terintegrasi dan kolaboratif.
Pendekatan tersebut diarahkan agar UMKM tidak hanya mampu bertahan, tetapi juga meningkatkan skala usaha dan daya saing di pasar nasional maupun global. Pengembangan UMKM juga perlu disertai dengan penguatan aspek keberlanjutan, termasuk penerapan ekonomi sirkular sebagai salah satu kunci untuk meningkatkan efisiensi, menciptakan nilai tambah, dan memperkuat daya saing di pasar global.
Melalui penyelenggaraan Sunda Karsa Fest: karya Kreatif Jawa Barat 2026, Bank Indonesia berkomitmen untuk terus memperluas akses pasar dan pembiayaan UMKM, memperkuat ekonomi kreatif serta ekonomi dan keuangan syariah, mengakselerasi digitalisasi, dan menumbuhkan kesadaran terhadap keberlanjutan lingkungan. Upaya tersebut diharapkan dapat memperkuat keseimbangan antara kemajuan ekonomi, pelestarian budaya, pemanfaatan teknologi digital, dan kelestarian ekologi menuju terwujudnya Jawa Barat Istimewa
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....