Revitalisasi Taman RW 07 Kopo, Kolaborasi Lakuna ITB

  • 17 Mar 2024 23:41 WIB
  •  Bandung

KBRN, Bandung: Komunitas yang diinisasi oleh mahasiswa Magister Rancang Kota Institut Teknologi Bandung (ITB) Lakuna Kota, World Resources Institute (WRI) Indonesia, dan masyarakat RW 07, Kelurahan Kopo Kota Bandung, meresmikan wajah baru Taman RW 07 Kopo beberapa waktu lalu.

Konsep baru taman RW 07 Kopo adalah pocket park, yang merupakan taman kecil di tengah permukiman padat penduduk, yang dapat digunakan sebagai titik temu masyarakat dan melakukan berbagai aktivitas di sana.

Sekretaris Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPKP) Kota Bandung, Luthfi Firdaus dalam sambutannya mengatakan kehadiran Taman RW 07 Kopo ini diharapkan menjadi wadah bagi masyarakat untuk meningkatkan interaksi dan aktivitas yang lebih positif.

"Di tengah terbatasnya ruang publik ini, taman merupakan media yang baik untuk masyarakat berinteraksi dengan aman dan nyaman," ujarnya kepada awak media melalui pesan elektroniknya, Minggu (17/3/2024).

Pada wajah barunya ini, Taman RW 07 Kopo ini memiliki sejumlah fitur yang dapat digunakan oleh masyarakat. Pertama adalah zona permainan anak yang didesain dengan material yang aman dan ramah anak. Kemudian ada pojok literasi yang nantinya diisi oleh berbagai buku.

Terdapat juga batu-batu untuk relaksasi yang dapat digunakan untuk kesehatan masyarakat sekitar. Uniknya, di sini juga terdapat tempat duduk yang didesain fleksibel dan dapat digunakan sebagai meja untuk anak-anak.

Masyarakat juga dapat lebih menjaga lingkungan dengan melakukan program biopori yang ada di taman tersebut.

Tak hanya itu, Taman RW 07 Kopo juga dihiasi dengan mural yang menarik dan edukatif.

Revitalisasi Taman RW 07 Kopo ini diinisiasi oleh Lakuna Kota. Ide untuk pengerjaan ini mulanya terbentuk ketika mengikuti dan memenangkan Ideathon Safe and Sound Cities (S²Cities) yang diimplementasikan WRI Indonesia dan ICLEI Indonesia.

Widiyani dari Kelompok Keahlian (KK) Perancangan Arsitektur ditunjuk menjadi coach dalam program ini. Dengan dibantu oleh praktisi Arsitek, Yu Sing, beliau mengarahkan tim Lakuna Kota dalam proses pembentukan ide hingga pengimplementasiannya.

"Tentunya saya merasa sangat senang karena apa yang telah diajarkan selama ini dapat diimplementasikan. Sejauh ini kami hanya melakukan edukasi, namun nantinya warga yang akan melanjutkan untuk beraktivitas di sana sekaligus merawatnya," katanya.

"Pengerjaan proyek ini sudah dimulai sejak akhir tahun lalu. Diawali dengan pembentukan tim, meng-hire volunteer, kemudian melakukan desain partisipatif yang disebut juga dengan design charrette," kata Ketua Pelaksana Program Lakuna Kota, Abhi Kurniawan.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....