Bandung World Cinema 2026 Perkuat Ekosistem Perfilman dan Ekonomi Kreatif
- 06 Okt 2026 08:52 WIB
- Bandung
RRI.CO.ID, Bandung – Wali Kota Bandung Muhammad Farhan menyambut positif penyelenggaraan Pekan Kreatif Bandung melalui Bandung World Cinema (BWC) 2026 yang digelar di Pendopo Kota Bandung.
Menurut Farhan, festival film tersebut menjadi bagian penting dalam memperkuat ekosistem perfilman sekaligus mendorong pertumbuhan subsektor ekonomi kreatif di Kota Bandung.
Farhan mengatakan, Bandung World Cinema 2026 merupakan gagasan yang telah dirintis sejak sekitar satu tahun lalu bersama Steering Committee BWC 2026, Pidi Baiq. Setelah melalui berbagai pembahasan dan penjajakan, festival tersebut akhirnya dapat diwujudkan pada 2026 melalui kolaborasi berbagai pihak.
"Ini sebuah hasil obrolan dari Ayah Pidi Baiq setahun yang lalu. Kita sempat keliling-keliling mencari berbagai macam alternatif dan akhirnya di tahun 2026 ini bisa terwujud berkat kolaborasi antara Falcon bersama dengan Panas Dalam," ujar Farhan, Selasa 6 Oktober 2026.
Menurut Farhan, Pemerintah Kota Bandung memiliki peran untuk memastikan ekosistem perfilman di Kota Bandung dapat tumbuh dan berjalan dengan baik.
Ekosistem tersebut tidak hanya berkaitan dengan penyelenggaraan festival, tetapi juga mencakup keberadaan pelaku industri, infrastruktur, suprastruktur, serta dukungan masyarakat.
"Pelakunya sudah ada. Pemerintah kota ini regulator saja, enggak usah jadi pelaku. Selanjutnya infrastruktur, suprastruktur, dan yang terakhir tentunya adalah masyarakat," katanya.
Farhan berharap kehadiran Bandung World Cinema 2026 semakin memperkuat ekosistem perfilman yang selama ini telah berkembang di Kota Bandung. Festival film tersebut juga diharapkan menjadi ruang bagi masyarakat untuk mendapatkan hiburan sekaligus memperluas wawasan melalui karya-karya perfilman dari berbagai negara.
Ia menilai tingginya apresiasi masyarakat Bandung terhadap film merupakan modal penting dalam membangun industri perfilman yang berkelanjutan.
"Ketika adanya BWC 2026, ini bukan hanya untuk mendapatkan hiburan atau menjadi jendela kita melihat dunia, tetapi juga untuk memastikan bahwa level of appreciation warga Bandung terhadap film masih sangat tinggi," ucapnya.
Selain aspek budaya dan hiburan, Farhan menekankan bahwa industri film memiliki potensi ekonomi yang besar, khususnya dalam menciptakan lapangan pekerjaan di sektor ekonomi kreatif.
Menurutnya, produksi sebuah film melibatkan banyak tenaga kerja dari berbagai bidang sehingga dampak ekonominya dapat dirasakan secara luas oleh masyarakat.
"Kalau kita mulai dari sisi ekonomi, yang paling penting adalah penyediaan lapangan pekerjaan dari sektor industri kreatif subsektor film. Kita tahu daya serapnya cukup tinggi. Satu film enggak mungkin pekerjanya cuma berbelas-belas, bisa berpuluh dan dampaknya bisa beratusan orang mendapatkan pekerjaan," tuturnya.
Sementara itu, Steering Committee Bandung World Cinema 2026, Pidi Baiq, mengatakan penyelenggaraan festival ini diharapkan dapat menambah pilihan festival film di Kota Bandung.
Menurutnya, Bandung memiliki sejarah dan ekosistem yang kuat dalam perkembangan seni dan perfilman. Karena itu, kehadiran BWC diharapkan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat maupun pelaku industri.
Bandung World Cinema 2026 juga menjadi ruang bagi para sineas muda untuk berkembang.
Executive Director BWC 2026, Federica, menyebut rangkaian kegiatan tidak hanya menghadirkan film-film internasional, tetapi juga memberikan ruang bagi film pendek karya pembuat film dari Bandung.
Dalam penyelenggaraannya, sejumlah film ditayangkan melalui jaringan bioskop CGV serta secara daring. Selain itu, terdapat sejumlah film pendek, termasuk tiga karya filmmaker Bandung yang masuk dalam rangkaian program BWC 2026.
Program tersebut diharapkan menjadi bagian dari proses regenerasi pembuat film di Kota Bandung. Karya film pendek yang dihasilkan para sineas muda juga diarahkan menjadi pijakan menuju produksi film dengan format yang lebih panjang.
"Memang kita ingin ada regenerasi-regenerasi filmmaker dari generasi sekarang menjadi generasi yang bisa bikin film panjang," ucapnya.
Pada kesempatan yang sama, Content Acquisition and Distribution Head CGV, Adhizeza Nandra, berharap penyelenggaraan Bandung World Cinema dapat mendorong semakin banyak masyarakat menikmati film berkualitas sekaligus membuka peluang bagi pengembangan jaringan bioskop di Kota Bandung.
BWC 2026 juga diharapkan tidak hanya diukur dari jumlah penonton. Federica menyebut antusiasme masyarakat, ulasan, euforia, serta keterlibatan komunitas menjadi indikator penting keberhasilan penyelenggaraan festival pada edisi perdana ini.
Selain pemutaran film, rangkaian kegiatan BWC 2026 menghadirkan program talk show dan sesi In Conversation With yang mempertemukan pelaku industri dengan masyarakat dan komunitas perfilman.
Melalui Bandung World Cinema 2026, Pemerintah Kota Bandung berharap industri perfilman semakin berkembang, melahirkan talenta-talenta baru, serta memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi kreatif dan penciptaan lapangan kerja di Kota Bandung.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....