World Coconut Day III di RRI Bandung Dorong Kolaborasi Generasi Muda dan Tua

  • 30 Sep 2026 10:41 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID, Bandung – Wakil Wali Kota Bandung Erwin mendorong generasi muda untuk tidak hanya memiliki kecerdasan intelektual, tetapi juga kuat secara mental, tangguh dalam kehidupan sosial, berbudaya, serta memiliki akhlak mulia.

‎

‎Erwin mengatakan, kegiatan tersebut menjadi ruang bagi para siswa untuk mengembangkan keberanian, kemampuan bekerja sama, serta membangun kekompakan di tengah keberagaman.

‎

‎"Harapannya, anak-anak ini tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga kuat mental, tangguh secara sosial, berbudaya, dan berakhlak mulia. Yang terpenting, mereka tumbuh menjadi pribadi yang berani tampil, berani bekerja sama, dan berani menyatukan kekuatan," ujar Erwin saat memberikan sambutan pada pembukaan World Coconut Day ke-III: Lomba Paduan Suara World Coconut Day 2026 yang digelar di RRI Bandung, Rabu 30 September 2026.

‎

‎Menurutnya, kegiatan World Coconut Day mengusung konsep Khoirunnas anfa'uhum linnas, yang dimaknai sebagai pentingnya memberikan kebermanfaatan bagi sesama melalui kerja sama antargenerasi.

‎

‎Ia mengibaratkan kolaborasi generasi tua dan muda seperti pohon kelapa. Setiap bagian dari pohon kelapa dapat memberikan manfaat, baik ketika masih muda maupun ketika sudah tua.

‎

‎"Konsep Khoirunnas anfa'uhum linnas bermakna kerja sama antargenerasi. Seperti pohon kelapa, yang tua dan yang muda sama-sama bermanfaat. Semakin tua, semakin berguna," katanya.


‎

‎Erwin mengutarakan, kegiatan tersebut tidak hanya diikuti peserta dari Kota Bandung, tetapi juga dari sejumlah daerah lainnya, seperti Bekasi dan Depok.

‎

‎Menurutnya, kegiatan ini sekaligus menjadi sarana menanamkan kecintaan terhadap tanah air, Jawa Barat, dan Kota Bandung kepada para pelajar, khususnya siswa SMP.

‎

‎"Kegiatan ini juga mewujudkan salah satu dari lima kesadaran, yaitu Al Wathani, dengan menanamkan cinta tanah air, cinta Jawa, dan cinta Kota Bandung kepada para siswa SMP," ucapnya.

‎

‎Ia berharap kegiatan tersebut dapat menumbuhkan kepedulian, kekuatan, kekompakan, dan keguyuban antarpeserta. Kompetisi paduan suara dinilai menjadi salah satu media untuk menyatukan berbagai perbedaan menjadi sebuah kekuatan.

‎

‎Erwin mengatakan, peserta yang berasal dari luar daerah turut memberikan kontribusi terhadap sektor pariwisata dan ekonomi lokal, termasuk perhotelan, perdagangan, dan kuliner.

‎

‎"Anak-anak tidak hanya bersenang-senang, tetapi juga bermanfaat dan bisa menampilkan bakat serta kebersamaan. Banyak peserta yang menginap di hotel sebelumnya. Setelah acara pasti berbelanja serta menikmati kuliner Bandung, apalagi banyak yang datang dari luar kota," katanya.

Sementara itu, Ketua Panitia World Coconut Day III, selfana gunawan, menyebut antusiasme peserta dan masyarakat terhadap kegiatan tersebut cukup tinggi. Kegiatan ini juga mendapat perhatian dari sejumlah organisasi kemasyarakatan yang peduli terhadap perkembangan pendidikan di Jawa Barat.

‎

‎Menurutnya, pelaksanaan kegiatan tersebut merupakan hasil kolaborasi masyarakat dan diselenggarakan secara mandiri tanpa mengandalkan bantuan pendanaan dari pemerintah.

‎

‎"Alhamdulillah responsnya sangat baik. Banyak organisasi kemasyarakatan yang peduli terhadap perkembangan pendidikan di Jawa Barat. Yang patut diapresiasi, kegiatan ini terselenggara atas biaya sendiri, tanpa bantuan pemerintah, semata-mata berkat kolaborasi masyarakat," tandasnya.

‎

‎Kegiatan tersebut diikuti sekitar 1.000 siswa. Selain menjadi ajang pengembangan bakat dan kebersamaan, pelaksanaan World Coconut Day juga dinilai memberikan dampak positif terhadap perekonomian Kota Bandung.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....